Pengunjung

Tuesday, 14 April 2015

RazorBlaze (Part 8)

Part 8

[Razor POV]

Aku dan Anita berjalan ke ruanganku.

"Hey Anita,kau istirahat saja dulu,aku kasihan melihatmu yang kelihatan lelah",kataku kepada Anita.
"Tapi aku nyaman berada disisimu Greg",ucap Anita manja sambil mendekap lengan kiriku.
"Iya aku tau,tapi apakah kau tidak lelah?",tanyaku.
"Aku tidak lelah kalau berada disisimu Greg,aku..aku mencintaimu sejak pertama kali kita bertemu dulu",ucap Anita.

Aku kaget bagaikan tersambar petir.

"Tapi apakah kau tau Anita aku sendiri sudah memiliki pasangan",kataku dengan lembut kepada Anita.
"Iya aku tau kau sudah memiliki pasangan,Rosalline kan namanya?Tapi aku benar-benar mencintaimu Greg,aku tidak ingin kehilanganmu",ucap Anita lagi sambil mendekap lengan kiriku lebih erat lagi.

Tapi baru saja aku ingin mengatakan sesuatu tiba-tiba sebuah pisau melesat ke arah kami. Dengan reflek kami menghindarinya.

"Sial!Siapa kau?!Keluarlah!!!",tegasku.

PLOK!PLOK!PLOK!

Tiba-tiba seseorang muncul sambil bertepuk tangan.

"Aku terkesan Razor atas reflekmu itu",kata seseorang pria yang memiliki 2 buah belati di pinggangnya.
"Siapa kau?!",tanyaku setengah teriak.
"Perkenalkan namaku Kuroha,aku ditugaskan kesini untuk membunuhmu!",tiba-tiba Kuroha melesat menuju kami.

Aku yang memiliki kecepatan yang diluar akal sehat manusia karena memiliki kekuatan yang diberikan iblisku Azurapun langsung menendang Kuroha hingga terpental.

"Hahaha sial,sepertinya ini akan sulit,hhhhhn",ucap Kuroha terengah-engah.

Aku pun langsung maju menyerangnya dengan dual katanaku.

STANG!!!STING!!!STANG!!

Aku menyerangnya tetapi dia dapat menepis seranganku dengan kedua belatinya. Kulihat Anita sedang melawan seorang wanita dengan dua buah katana yang aku tak tau darimana tiba-tiba saja dia sudah bertarung dengan Anita. Aku terus menyerangnya (Baca : Kuroha) tetapi dia masih dengan mudah menangkis seranganku walaupun dia terlihat sedikit kelelahan. Terkadang dia juga menyerangku tetapi apalah daya dia yang hanya memiliki 2 belati dan aku yang sudah berpengalaman dengan berbagai psycho. Aku dan dia terus beradu kekuatan,tapi tiba-tiba dia menghilang dan berada di belakangku dan menodongkan belatinya ke leherku.

"Skakmat",katanya sambil menyeringai.
"Kau jangan coba-coba bodoh,hahaha",aku pun langsung berada di belakangnya juga.
"Sial",ucapnya.
"Hey kau ketua CORP bodoh",aku mendengar suara yang ternyata adalah suara wanita dan kulihat Anita sedang pingsan.
"ANITA!!!",teriakku dan langsung menyerang wanita itu karena kesal.
"Hahaha",wanita itu tertawa lalu menjatuhkan Anita dan mengeluarkan kedua katananya.

Aku dengan membabi buta menyerang dan menebas kearahnya tapi tidak ada satupun seranganku yang mengenainya sedikitpun.

"Hahaha bodoh,oh iya perkenalkan namaku Nai,Yuuki Nai",katanya menundukkan kepala sambil terus menghindar.

Aku menghentikan seranganku lalu aku menutup mataku.

"Ada apa hah?!Kau menyerah hahaha",terdengar suara Nai.
"Bunuh dia Nai",aku juga mendengar suara Kuroha.

Tiba-tiba pandanganku menjadi terang walaupun aku menutup mata,aku menamai ini Angel Vision. Kulihat Nai mengangkat katananya dan bersiap untuk menebas kepalaku. Tapi aku langsung menangkap tangan dan mengunci tangan Nai ke belakang dengan masih menutup mataku.

"Bagaimana bisa dia melakukan itu?",aku mendengar Kuroha berbicara.
"Lepaskan aku bodoh",teriak Nai sambil meronta.
"Kalian harus bertanggung jawab atas apa yang kalian lakukan",kataku dan langsung mengeluarkan Angel Lightku lalu membutakan mereka berdua.
"Arghh!!!Kekuatan apa itu?!Sebenarnya kau itu apa?!",kata Kuroha sambil menutup matanya karena silau.
"Kau itu apa sebenarnya?!",tanya Nai sambil meronta-ronta.
"Aku adalah RazorBlaze",kataku sambil memakai gas maskku.

Kedua psycho itu pun langsung tak sadarkan diri. Aku menonaktifkan kekuatanku dan menghampiri Anita.

"Anita?!Bertahanlah Anita!",kataku sambil menggoncang tubuh Anita.
"Greg?",tiba-tiba Anita tersadar.
"Anita!Aku sangat mengkhawatirkanmu",kataku sambil memeluk Anita.
"Greg...",muka Anita memerah.
"Aku juga mencintaimu Anita",ucapku.
"Be..benarkah?Apa itu berarti kau...kau mau menjadi...pacarku?",muka Anita semakin memerah.
"Tentu saja",kataku memastikan kata-kataku kepada Anita.

Anita pun membalas memelukku.

PRANG!!

Tiba-tiba ada suara kaca yang pecah dan kulihat ada seorang wanita bertopeng dan memakai jaket merah menggotong Nai dan Kuroha.

"HEI!Siapa kau?!",kataku berlari kearah perempuan itu.

Tapi perempuan itu melompat dari jendela dan jatuh dari lantai 3.

"Sial,Anita ikut aku",kataku kepada Anita.
"Baik Greg",ucap Anita.

Aku dan Anita segera berlari ke lift untuk melihat keadaan lantai dasar.

"Astaga",ucapku dalam hati.

Aku melihat para investigator dan para security tergeletak tak bernyawa dan bersimbah darah.

"Ada apa ini?!",kataku.
"Tenang Greg,kita harus cari yang masih hidup",ucap Anita.
"Baik sayang",kataku kepada Anita.

Aku dan Anita mengecek satu persatu tubuh yang tergeletak tapi nihil,tidak ada yang hidup.

"Sial",aku pun semakin jengkel. "Anita laporkan pada pusat,kita harus menggalakkan untuk memburu para psycho",ucapku.
"Baik sayang",Anitapun bergegas ke ruang resepsionis.
"Lihat saja para psycho,kalian semua akan tau siapa RazorBlaze itu",ucapku dalam hati.

[Razor POV]

"Menyusahkan saja para psycho itu",kataku yang sedang duduk atas puncak gedung.
"...Mr. Smile kepada ketua,masuk ketua",tiba-tiba terdengar suara dari radioku.
"Ya Mr. Smile,aku mendengarmu,ganti...",jawabku.
"Kantor cabang di Washington telah diserang ketua...semua tahanan...semua tahanan kabur",ucap Mr. Smile yang mengagetkanku.
"Apa?!!Apa ada yang selamat?",aku pun kesal.
"Tak ada yang selamat ketua",kata Mr. Smile.
"Sial,baik kita adakan rapat di kantor pusat",tanggapku yang langsung mematikan radio.

Aku terjun dari ketinggian 20 lantai lalu sampai dibawah dengan selamat tanpa menggunakan apa-apa kecuali kekuatan iblis Azura. Akupun langsung berjalan menuju St. Petersburg.

[Normal POV]

Sementara itu di sebuah jalanan di Moskow terjadi peperangan antara CORP dan Psycho. Ryuu,Ega dan T.Will melawan Crying Madness,PlainFace,dan Kuroha.

"Cih Ryuu kau serang yang memakai baju kotak-kotak biru itu,aku akan menyerang yang memegang belati",kata Mr. Smile kepada Ryuu.

Sementara T.Will telah bertarung dengan Crying Madness. Mr. Smile maju dengan Two Axenya.

TRING!!!TRANG!!!SRANG!!!

Two Axe Mr. Smile dan dua belati milik Kuroha saling menyerang dan menahan. Kuroha menyerang Mr. Smile dengan liar. Sementara Mr. Smile hanya bertahan dari serang liar Kuroha.

Sementara itu Ryuu maju menyerang PlainFace dengan katana pemberian kakak angkatnya,RazorBlaze yang terdapat juga mantan iblis Razor yaitu Adara. PlainFace kewalahan karena kekuatan Ryuu yang tiba-tiba meningkat.

"Cihh aku tidak akan kalah darimu anak ingusan",kata PlainFace dalam hati.
PlainFace langsung mengibaskan combat knifenya ke arah Ryuu tapi seakan dapat membaca pikiran PlainFace,Ryuu menahan serangan PlainFace lalu menendangnya hingga terpental.

"Ugh!!!Sial sebenarnya dia itu apa?!Hueekkk",pikir PlainFace sambil memuntahkan darah.

Tak terasa T.Will telah dikalahkan oleh Crying Madness.

"Hahaha ada perkataan terakhir wakil ketua CORP yang bodoh?",tanya C.M dari balik topengnya sambil berjalan memegang pisaunya ke arah T.Will.
"....",T.Will hanya terdiam.
"Ada apa?Apa kau tau ini adalah hari terakhirmu di dunia?",tanya C.M sambil tersenyum iblis dari balik topengnya.
"10...9...8...7...6...",tiba-tiba T.Will menghitung. "...5...4...3"
"Hmmm kenapa kau menghitung?",tanya C.M bingung dan kehilangan senyumannya.
"...2...1...BAM!",tiba-tiba ada seseorang misterius yang melumpuhkan C.M.
"Maaf terlambat wakil ketua Terry",kata pria misterius itu.
"Kau selalu begitu Abe",ucap T.Will sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.

Ya benar itu adalah Abe Adley si iblis CORP selain Razor dan Azura. PlainFace dan Kuroha mundur sedikit dan tercengang dengan sekejab lumpuhnya C.M,padahal dia fisiknya sangat kuat.

"Jadi siapa selanjutnya?",tanya Abe dengan senyuman iblisnya.
"Sebaiknya kita mundur,kudengar dia adalah iblis",PlainFace memberi perintah.
"Baik",ucap Kiroha singkat dan langsung melempar bom asap ke arah Abe lalu membawa C.M a.k.a Crying Madness lari dari situ bersama PlainFace.

"Uhuk...uhuk...apa harus kita kejar dia wakil ketua Terry?",tanya Abe.
"Tidak perlu,sekarang kita harus segera pergi ke markas pusat,ketua Razor sudah ada disana",jelas T.Will.
"Baik",jawab Abe,Ryuu dan Mr. Smile serempak.

Merekapun langsung bergegas menuju markas.

Di sebuah pekuburan tempat para GSFR bersembunyi dari masyarakat terdapat seorang pria berambut hitam dan memakai masker gas.

"Hei Vladimir,tunggu!",tiba-tiba ada seseorang berteriak.
"Ada apa Borchev?",kata Vladimir.
"Ada panggilan tugas dari ketua,kita harus membantu CORP untuk menangkap para psycho",kata Borchev yang langsung menggetarkan hati Vladimir Blaze a.k.a SaxonBlaze bukan karena psycho tapi karena dia takut bertemu kakaknya RazorBlaze yang adalah ketua CORP.
"Maaf aku tidak bisa",tolak Vladimir.
"Kenapa?",tanya Borchev bingung.
"Kau tau kan kalau kakakku RazorBlaze adalah ketua CORP?",tanya Vladimir sambil melepas masker gasnya dan meminum vodka.
"Ya aku tau,apa kau takut pada kakakmu yang akan mengetahui bahwa kau bergabung dengan GSFR?",tanya Borchev dengan nada mengejek.
"Ya,alasannya karena kakakku sangat membenci GSFR",jelas Vladimir.
"Tenang kita akan diam-diam untuk membantu mereka",kata Borchev meyakinkanku.
"Baiklah tapi jangan terlalu melibatkanku ya",ucap Vladimir.
"Tenang",kata Borchev singkat.

~THE END~

No comments:

Post a Comment