Oke saatnya kita lanjut lagi ke RazorBlaze 2 :)
-(o0o)-
-Disebuah jalanan di kota St. Petersburg-
Tap..tap..tap..tap
Hosh..hosh
Seorang pemuda berlari dari kejaran seorang psycho yang ingin membunuhnya.
SRASH!!!
Tiba-tiba sebuah pisau menancap di kepalanya.
"Hahaha tidak ada yang bisa lari dari kejaranku",ucap psycho itu.
Tiba-tiba suatu peluru Five-Seven melesat ke arah psycho itu. Dengan reflek psycho itu menghindarinya.
"Cih,peluru murahan. Hei kau,keluarlah!Jangan main tembak-tembakan!!!",teriak psycho itu memancing orang yang telah menembaknya.
Tiba-tiba 2 orang pria keluar dari kegelapan malam.
"Wah,wah,Crying Madness,kita bertemu lagi",ucap seorang pria yang memakai setelan jas dan masker gas yang tidak lain dan tidak bukan adalah RazorBlaze.
"RazorBlaze...tak kusangka kita bertemu lagi disini,hihihi",ucap C.M terkekeh.
Salah satu dari pengawal Razor ingin maju tapi dihalangi oleh Razor.
"Sepertinya kau tidak pernah kapok ya",tanggap Razor.
"Cih aku tidak akan pernah puas untuk membunuh kau tau?!",jawabnya lalu menyerang Razor.
Pengawal Razor mundur beberapa langkah tapi Razor tetap berada di posisinya semula menunggu serangan dari C.M.
TRANG!!!
Dalam sekejab Razor menarik katananya dan langsung menahan serangan pisau C.M.
"Hmmm seperti biasa Lisa,kau lemah",ucap Razor meremehkan C.M.
C.M hanya tersenyum gila di balik topengnya.
Dalam sekejab,tiba-tiba C.M berada dibelakang Razor.
"Hahahaha...mati kau!!!",teriak C.M sambil menusuk Razor dengan pisaunya.
ZRING!!!
Kali ini pisau C.M sanggup untuk menusuk ketua CORP itu.
"Hahahaha",C.M tertawa puas.
Tiba-tiba Razor menendang C.M cukup keras sehingga C.M terpental cukup jauh. Razor menarik pisau C.M lalu melemparkannya ke arah C.M. C.M pun dengan cepat menghindar lalu melemparkan sebuah paku yang berada di dekatnya ke arah Razor. Razor yang tidak menyadari ada sebuah paku yang melesat ke arahnya pun tertusuk oleh paku itu.
"ARGH!!!Si-sial!!!",Razor pun kesakitan.
"Sepertinya sampai disini dulu pertemuan kita dan...oh iya kedua anak buahmu itu sudah berhasil ku bunuh saat aku terpental setelah kau menendangku...hehehehe",C.M pun hilang ke dalam kegelapan.
"Sial...",ucap Razor sambil melepaskan paku yang menancap ditubuhnya. "Bob,Nero...maafkan aku",ucap Razor dalam hati saat melihat kedua anak buahnya sudah tak bernyawa.
-(oOo)-
-6 hari setelah insiden itu-
-Markas Rahasia CORP-
"Kak Razor...",panggil seorang pemuda saat dia mengetuk pintu ruangan sang ketua CORP.
"Ya masuk Ryuu",ucap Razor dari dalam.
Pemuda yang dipanggil Ryuu itu pun masuk ke dalam ruangan Razor.
"Ada apa Ryuu?",tanya Razor.
"Hmmm aku hanya ingin melihat keadaanmu Razor-nii dan aku membawakanmu kue ini",ucap Ryuu sambil menaruh kue yang dia bawa di atas meja Razor.
"Ummm terima kasih Ryuu,akan aku simpan kue ini untuk dimakan nanti",kata Razor menanggapi Ryuu. "Hmmm,oh iya...aku ingin memberikanmu misi,tapi apa kau sanggup menjalani misi itu?",tanya Razor dengan wajah serius khasnya.
"Hmmm...baiklah Razor-nii",jawab Ryuu.
"Aku ingin kau mengawasi seorang psikopat maniak bernama Naki,dia sudah membuat banyak kekacauan di luar sana,apa kau menerima misi ini?",tanya Razor lagi dengan muka yang tambah serius.
"Glekk...baik..baiklah Razor-nii...",jawab Ryuu gugup.
"Ah iya aku hampir lupa Ryuu...ambil ini...",ucap Razor sambil memberikan Ryuu sebuah pistol dan peluru pembius. "Bius dia jika kau kewalahan",lanjut Razor.
"Wakarimashita",ucap Ryuu menanggapi Razor.
Ryuu pun meninggalkan ruangan.
"Ryuu...berhati-hatilah",ucap Razor dalam hati sambil melihat kota dari jendela di ruangannya.
[Razor POV]
-Markas pusat CORP-
TOK...TOK...
Tiba-tiba ada yang mengetuk pintu ruanganku.
"Ketua..."
Aku sudah mengetahui suaranya,pasti Mr. Smile.
"Ya silahkan masuk Mr. Smile"
Mr. Smile pun masuk membawa Nai.
"Hmmm ada apa Mr. Smile,Nai?",tanyaku.
"Terdapat sebuah pembunuhan di dekat Moscow ketua Razor",ucap Mr. Smile.
"Iya,lalu?",tanyaku bingung.
"Diketahui pembunuh ini sudah melakukan 10 pembunuhan dalam waktu 2 hari ketua",jelas Mr. Smile.
"Hmm jadi begitu?"
Aku mengusap-usap daguku.
"Baiklah Mr. Smile,kau dan Nai pergilah kesana untuk memeriksa,aku ada hal yang harus diperbuat",ucapku.
"Baik ketua",jawab Mr. Smile.
Mr. Smile pun berjalan ke luar ruanganku. Aku pun duduk lalu menyalakan rokokku dan berpikir.
"Hmmm aku harus mendatanginya",ucapku.
Akupun keluar ruangan dan menuju ke lokasi sebuah rumah di tengah hutan.
[Normal POV]
Ryuu pun berjalan di sebuah gang yang gelap dan sepi,dia menggenggam katana pemberian Razor yang adalah kakak angkatnya.
"Hmmm aku harus bisa berguna bagi Razor-nii",ucap Ryuu dalam hati.
CKREK
Ryuu dikagetkan oleh suatu bunyi di ujung gang.
"Siapa disana?!",bentak Ryuu.
SLURP
Ryuu pun ketakutan.
"Siapa disana?!",bentak Ryuu lebih keras tapi tetap saja suaranya bergetar ketakutan.
"Hmmm nani?",tiba-tiba keluar seorang anak muda dari dalam kegelapan gang itu.
"Sial,kau...Naki!",ucapku.
Nakipun hanya diam saja menatap Ryuu dengan kepolosannya.
"Jadi selama ini,kau yang membunuh orang-orang itu!",bentak Ryuu.
"Maukan kau bermain denganku,senpai?",tanya Naki polos.
Tiba-tiba Naki melemparkan pisau ke arah Ryuu. Dan...
STABB
Pisau itu mengenai bahu Ryuu.
"ARGH!!!Kenapa kau melakukan ini Naki-kun?",ucap Ryuu kesakitan.
Naki pun langsung melemparkan pisau-pisau ke arah Ryuu. Ryuu pun langsung menghindar,tapi karena gang tempat mereka bertarung sangat sempit jadi kemungkinan besar Naki yang akan menguasai pertarungan. Ryuu berlari menjauhi Naki,tetapi tiba-tiba saja Naki berada di depan Ryuu dan menancapkan pisau di dada Ryuu. Ryuu pun langsung jatuh tak berdaya.
"Gomenasai senpai,aku harus pergi",Naki pun pergi bak anak kecil.
Dengan seluruh kekuatan Ryuu yang tersisa,Ryuu memanggil iblisnya Adara. Adara pun keluar dari katana milik Ryuu.
"Tolong beritahukan ini pada kak Razor,Adara",Ryuu pun tak sadarkan diri.
"Ryuu?!"
Adara pun mencoba menyadarkan Ryuu tapi hasilnya nihil,satu-satunya cara adalah meminta bantuan kakak dari Adara yaitu Azura. Adara pun mengirimkan pesan telepati kepada Razor.
"Razor-san,Ryuu...Ryuu...Ryuu tidak sadarkan diri Razor-san",kira-kira begitu pesannya.
Razorpun yang sedang berada di sebuah jalanan mendengar kata-kata di pikirannya.
"Razor,itu suara Adara",ucap Azura.
"Ryuu...dalam bahaya?!",Razorpun terkaget.
"Ya Razor-san,dia berada di...",omongan telepati Adara terpotong oleh Razor.
"Ya ya,aku akan segera kesana",Razorpun bergegas ke tempat dimana Ryuu pingsan.
Razor pun segera mendapati Adara beserta Ryuu yang sedang pingsan.
"Razor-san,tolong selamatkan adikmu ini!",ucap Adara.
"Ya kau harus tenang Adara,tapi bukannya iblis dapat menyembuhkannya?Seperti yang kau lakukan dulu padaku",tanya Razor.
"Kekuatanku tiba-tiba menghilang",ucap Adara sambil menundukan kepalanya.
"Azura,luka Ryuu sangat dalam,aku butuh bantuanmu",ucap Razor kepada Azura.
"Baik"
Razor dan Azura pun mulai mengobati Ryuu.
"ANGEL CURE!!!",Razor pun mengalirkan kekuatan penyembuhan di luka Ryuu.
Perlahan luka Ryuu mulai sembuh. Tapi tiba-tiba penyembuhan berhenti.
"Aku tidak bisa mengeluarkan kekuatan lebih banyak lagi...UHUK",ucap Razor lalu terbatuk.
"Jangan terlalu dipaksakan Razor",ucap Azura.
"Kita bawa dia ke markas",ucap Razor lagi.
Razor pun menggendong Ryuu berjalan ke markas CORP sedangkan Azura kembali kedalam tubuh Razor dan Adara masuk ke dalam katana Ryuu.
Bersambung...
-(o0o)-
-Disebuah jalanan di kota St. Petersburg-
Tap..tap..tap..tap
Hosh..hosh
Seorang pemuda berlari dari kejaran seorang psycho yang ingin membunuhnya.
SRASH!!!
Tiba-tiba sebuah pisau menancap di kepalanya.
"Hahaha tidak ada yang bisa lari dari kejaranku",ucap psycho itu.
Tiba-tiba suatu peluru Five-Seven melesat ke arah psycho itu. Dengan reflek psycho itu menghindarinya.
"Cih,peluru murahan. Hei kau,keluarlah!Jangan main tembak-tembakan!!!",teriak psycho itu memancing orang yang telah menembaknya.
Tiba-tiba 2 orang pria keluar dari kegelapan malam.
"Wah,wah,Crying Madness,kita bertemu lagi",ucap seorang pria yang memakai setelan jas dan masker gas yang tidak lain dan tidak bukan adalah RazorBlaze.
"RazorBlaze...tak kusangka kita bertemu lagi disini,hihihi",ucap C.M terkekeh.
Salah satu dari pengawal Razor ingin maju tapi dihalangi oleh Razor.
"Sepertinya kau tidak pernah kapok ya",tanggap Razor.
"Cih aku tidak akan pernah puas untuk membunuh kau tau?!",jawabnya lalu menyerang Razor.
Pengawal Razor mundur beberapa langkah tapi Razor tetap berada di posisinya semula menunggu serangan dari C.M.
TRANG!!!
Dalam sekejab Razor menarik katananya dan langsung menahan serangan pisau C.M.
"Hmmm seperti biasa Lisa,kau lemah",ucap Razor meremehkan C.M.
C.M hanya tersenyum gila di balik topengnya.
Dalam sekejab,tiba-tiba C.M berada dibelakang Razor.
"Hahahaha...mati kau!!!",teriak C.M sambil menusuk Razor dengan pisaunya.
ZRING!!!
Kali ini pisau C.M sanggup untuk menusuk ketua CORP itu.
"Hahahaha",C.M tertawa puas.
Tiba-tiba Razor menendang C.M cukup keras sehingga C.M terpental cukup jauh. Razor menarik pisau C.M lalu melemparkannya ke arah C.M. C.M pun dengan cepat menghindar lalu melemparkan sebuah paku yang berada di dekatnya ke arah Razor. Razor yang tidak menyadari ada sebuah paku yang melesat ke arahnya pun tertusuk oleh paku itu.
"ARGH!!!Si-sial!!!",Razor pun kesakitan.
"Sepertinya sampai disini dulu pertemuan kita dan...oh iya kedua anak buahmu itu sudah berhasil ku bunuh saat aku terpental setelah kau menendangku...hehehehe",C.M pun hilang ke dalam kegelapan.
"Sial...",ucap Razor sambil melepaskan paku yang menancap ditubuhnya. "Bob,Nero...maafkan aku",ucap Razor dalam hati saat melihat kedua anak buahnya sudah tak bernyawa.
-(oOo)-
-6 hari setelah insiden itu-
-Markas Rahasia CORP-
"Kak Razor...",panggil seorang pemuda saat dia mengetuk pintu ruangan sang ketua CORP.
"Ya masuk Ryuu",ucap Razor dari dalam.
Pemuda yang dipanggil Ryuu itu pun masuk ke dalam ruangan Razor.
"Ada apa Ryuu?",tanya Razor.
"Hmmm aku hanya ingin melihat keadaanmu Razor-nii dan aku membawakanmu kue ini",ucap Ryuu sambil menaruh kue yang dia bawa di atas meja Razor.
"Ummm terima kasih Ryuu,akan aku simpan kue ini untuk dimakan nanti",kata Razor menanggapi Ryuu. "Hmmm,oh iya...aku ingin memberikanmu misi,tapi apa kau sanggup menjalani misi itu?",tanya Razor dengan wajah serius khasnya.
"Hmmm...baiklah Razor-nii",jawab Ryuu.
"Aku ingin kau mengawasi seorang psikopat maniak bernama Naki,dia sudah membuat banyak kekacauan di luar sana,apa kau menerima misi ini?",tanya Razor lagi dengan muka yang tambah serius.
"Glekk...baik..baiklah Razor-nii...",jawab Ryuu gugup.
"Ah iya aku hampir lupa Ryuu...ambil ini...",ucap Razor sambil memberikan Ryuu sebuah pistol dan peluru pembius. "Bius dia jika kau kewalahan",lanjut Razor.
"Wakarimashita",ucap Ryuu menanggapi Razor.
Ryuu pun meninggalkan ruangan.
"Ryuu...berhati-hatilah",ucap Razor dalam hati sambil melihat kota dari jendela di ruangannya.
[Razor POV]
-Markas pusat CORP-
TOK...TOK...
Tiba-tiba ada yang mengetuk pintu ruanganku.
"Ketua..."
Aku sudah mengetahui suaranya,pasti Mr. Smile.
"Ya silahkan masuk Mr. Smile"
Mr. Smile pun masuk membawa Nai.
"Hmmm ada apa Mr. Smile,Nai?",tanyaku.
"Terdapat sebuah pembunuhan di dekat Moscow ketua Razor",ucap Mr. Smile.
"Iya,lalu?",tanyaku bingung.
"Diketahui pembunuh ini sudah melakukan 10 pembunuhan dalam waktu 2 hari ketua",jelas Mr. Smile.
"Hmm jadi begitu?"
Aku mengusap-usap daguku.
"Baiklah Mr. Smile,kau dan Nai pergilah kesana untuk memeriksa,aku ada hal yang harus diperbuat",ucapku.
"Baik ketua",jawab Mr. Smile.
Mr. Smile pun berjalan ke luar ruanganku. Aku pun duduk lalu menyalakan rokokku dan berpikir.
"Hmmm aku harus mendatanginya",ucapku.
Akupun keluar ruangan dan menuju ke lokasi sebuah rumah di tengah hutan.
[Normal POV]
Ryuu pun berjalan di sebuah gang yang gelap dan sepi,dia menggenggam katana pemberian Razor yang adalah kakak angkatnya.
"Hmmm aku harus bisa berguna bagi Razor-nii",ucap Ryuu dalam hati.
CKREK
Ryuu dikagetkan oleh suatu bunyi di ujung gang.
"Siapa disana?!",bentak Ryuu.
SLURP
Ryuu pun ketakutan.
"Siapa disana?!",bentak Ryuu lebih keras tapi tetap saja suaranya bergetar ketakutan.
"Hmmm nani?",tiba-tiba keluar seorang anak muda dari dalam kegelapan gang itu.
"Sial,kau...Naki!",ucapku.
Nakipun hanya diam saja menatap Ryuu dengan kepolosannya.
"Jadi selama ini,kau yang membunuh orang-orang itu!",bentak Ryuu.
"Maukan kau bermain denganku,senpai?",tanya Naki polos.
Tiba-tiba Naki melemparkan pisau ke arah Ryuu. Dan...
STABB
Pisau itu mengenai bahu Ryuu.
"ARGH!!!Kenapa kau melakukan ini Naki-kun?",ucap Ryuu kesakitan.
Naki pun langsung melemparkan pisau-pisau ke arah Ryuu. Ryuu pun langsung menghindar,tapi karena gang tempat mereka bertarung sangat sempit jadi kemungkinan besar Naki yang akan menguasai pertarungan. Ryuu berlari menjauhi Naki,tetapi tiba-tiba saja Naki berada di depan Ryuu dan menancapkan pisau di dada Ryuu. Ryuu pun langsung jatuh tak berdaya.
"Gomenasai senpai,aku harus pergi",Naki pun pergi bak anak kecil.
Dengan seluruh kekuatan Ryuu yang tersisa,Ryuu memanggil iblisnya Adara. Adara pun keluar dari katana milik Ryuu.
"Tolong beritahukan ini pada kak Razor,Adara",Ryuu pun tak sadarkan diri.
"Ryuu?!"
Adara pun mencoba menyadarkan Ryuu tapi hasilnya nihil,satu-satunya cara adalah meminta bantuan kakak dari Adara yaitu Azura. Adara pun mengirimkan pesan telepati kepada Razor.
"Razor-san,Ryuu...Ryuu...Ryuu tidak sadarkan diri Razor-san",kira-kira begitu pesannya.
Razorpun yang sedang berada di sebuah jalanan mendengar kata-kata di pikirannya.
"Razor,itu suara Adara",ucap Azura.
"Ryuu...dalam bahaya?!",Razorpun terkaget.
"Ya Razor-san,dia berada di...",omongan telepati Adara terpotong oleh Razor.
"Ya ya,aku akan segera kesana",Razorpun bergegas ke tempat dimana Ryuu pingsan.
Razor pun segera mendapati Adara beserta Ryuu yang sedang pingsan.
"Razor-san,tolong selamatkan adikmu ini!",ucap Adara.
"Ya kau harus tenang Adara,tapi bukannya iblis dapat menyembuhkannya?Seperti yang kau lakukan dulu padaku",tanya Razor.
"Kekuatanku tiba-tiba menghilang",ucap Adara sambil menundukan kepalanya.
"Azura,luka Ryuu sangat dalam,aku butuh bantuanmu",ucap Razor kepada Azura.
"Baik"
Razor dan Azura pun mulai mengobati Ryuu.
"ANGEL CURE!!!",Razor pun mengalirkan kekuatan penyembuhan di luka Ryuu.
Perlahan luka Ryuu mulai sembuh. Tapi tiba-tiba penyembuhan berhenti.
"Aku tidak bisa mengeluarkan kekuatan lebih banyak lagi...UHUK",ucap Razor lalu terbatuk.
"Jangan terlalu dipaksakan Razor",ucap Azura.
"Kita bawa dia ke markas",ucap Razor lagi.
Razor pun menggendong Ryuu berjalan ke markas CORP sedangkan Azura kembali kedalam tubuh Razor dan Adara masuk ke dalam katana Ryuu.
Bersambung...






