Part 6
[Razor POV]
Aku masuk ke dalam markas PBB.
"Hai tuan James",sapa T.Will sambil menghampiri seseorang.
"Ohh tuan William",orang itu menyapa balik.
"Aku ingin memperkenalkan seseorang kepadamu,perkenalkan,James ini Gregorius,Greg ini James",kata T.Will memperkenalkanki kepada James.
"Salam kenal",kataku menjabat tangannya.
"Salam kenal juga",kata James. "Ada perlu apa kau datang kemari Will?",tanya James kepada T.Will.
"Aku dan temanku ini ingin membuat sebuah organisasi pemberantas psikopat karena di negara kita tingkat kejahatan psikopat meningkat drastis,dan ini dia data-datanya",kata T.Will sambil menyerahkan sebuah map.
"Hmm ikuti aku",kata James.
Kami berduapun mengikuti James menuju sebuah ruangan yang sepertinya ruangan kepala disini.
"Permisi tuan Tommy,boleh aku masuk",kata James sambil mengetuk pintu.
"Silahkan James",seseorang berkata di dalam ruangan itu.
"Pak,saya membawa dua orang yang memiliki urusan penting pak,perkenalkan ini William dan ini Gregorius pak",katanya memperkenalkan kami.
"Hmm silahkan duduk",jata Tommy.
Aku menjelaskan kedatangan kami kesini.
"Hmm begitu ya,coba saya lihat datanya",kata Tommy.
Jamespun memberikan datanya kepada Tommy.
"CORP ya?Menarik tapi akan aku pertimbangkan...",kata Tommy,"...besok pagi kalian berdua datang lagi kemari dan saya akan mengumumkan organisasi ini diresmikan atau tidak",lanjut Tommy.
"Baik pak",jawab kami serentak.
James mengantar kami berdua keluar. Kamipun berterima kasih kepadanya. Aku kembali ke rumahku dan T.Will pergi ke kantornya. Aku melihat rumahku sepi sekali seperti tidak ada orang,aku pun membuka pintu ternyata tidak dikunci. Aku masuk dan menyalakan semua lampu tapi tidak ada siapa-siapa. "Mungkin Nikita sedang keluar",pikirku. Aku tidak tau keadaan Vladimir sekarang sejak beberapa hari yang lalu. Aku pun merebahkan diri di kasurku dan beristirahat sampai pagi.
[Normal POV]
"Hmmm St. Petersburg,aku kembali ke rumah",kata seorang perempuan berambut biru dan bermasker gas di pinggir gedung menyeringai dengan katananya. "Ini akan menjadi kenangan yang tidak akan mudah di lupakan",lanjut perempuan itu.
Perempuan itupun turun dari 7 lantai dan mendarat dengan mulusnya.
"Let's kill some psycho",kata perempuan itu dan kembali menyeringai.
Perempuan itu berjalan dengan santai nya di jalanan sepi St. Petersburg,berharap mendapatkan psycho yang bisa dibunuh.
"Hmm memang kampung halamanku ini jarang ada psycho...",tapi dia menyeringai kembali saat melihat seorang memakai topeng seperti Jason Voorhees yang sedang membawa sebuah jasad pria. "...akhirnya ketemu juga dengan buruanku",perempuan itu kembali menyeringai.
Perempuan itu mengendap-endap untuk mencari cara untuk membunuhnya. Pria bertopeng itu membuang jasadnya ke pinggir danau. Dan melepas topengnya.
"Hufft hari yang menyedihkan",kata pria bertopeng itu.
Tiba-tiba perempuan itu menyerang pria bertopeng itu tetapi berhasil ditangkis dengan mudahnya.
"Ternyata benar dugaanku",kata pria itu sambil menyeringai lebar.
"Cuih,kau itu banyak bicara Jason",kata perempuan itu.
"Ternyata kau mengetahui ku tapi aku tidak mengetahuimu apakah kau orang baru disini ha...ha...ha",kata Jason tertawa sambil memakai topengnya.
"Dasar psycho bodoh",kata perempuan itu dan tiba-tiba berada di belakang Jason dan menyarungkan katananya.
Tiba-tiba muncul luka tebasan di sekujur tubuh Jason.
"AHHHH...apa yang kau lakukan padaku?",tanya Jason kesakitan.
"Lain kali bolehkah aku lebih keras?",tanya perempuan itu.
"HHH,mati kau!!!",kata Jason maju dan mengibaskan machetenya.
Tapi kibasan itu tidak menghasilkan apapun karena perempuan itu menghindar dengan cepat.
"Bodoh",perempuan itu tersenyum kecil dan menusuk perut Jason hingga tembus.
"ARGH!!!Se...se...sebenarnya...si..siapa kau?",kata Jason terbata-bata karena kesakitan.
"Aku adalah Anita Sichruchev,seorang pemburu psycho,pergilah ke neraka Ja-son",kata perempuan itu dan langsung menebas kepala Jason.
Darah mengucur deras dari tebasan Anita dan membasahi hoody biru mudanya dan baju putihnya menjadi merah.
"Ternyata mudah",kata Anita. "...tapi aku harus mengganti bajuku",lanjut Anita tersenyum kecil sambil meninggalkan tempat itu.
[Razor POV]
-23.49-
Aku terbangun mendengar derit pintu. Aku berdiri dan mencuci mukaku lalu berjalan menuju suara tadi. Kilihat samar-samar seperti seorang perempuan yang seperti Nikita. Aku pun menyalakan lampu. Dan melihat Nikita memakai jaket biru muda dan celana panjang jeans serta tas punggung.
"Nikita?!",kataku.
"Eh..eh...kakak belum tidur?",tanya Nikita kaget.
"Belum,kamu dari mana?",tanyaku.
"Itu...anu...anu dari...rumah temen",kulihat ekspresinya seperti menyembunyikan sesuatu.
"Apa kau menyembunyikan sesuatu dariku?",tanyaku.
"Ti...tidak",katanya.
"Kakak tidak yakin,apa isi tas itu?",tanyaku.
"Hanya makanan",jawabnya.
"Coba kakak lihat",kataku mendekatinya ingin mengambil tasnya.
Dia menghindar dariku dengan berjalan menuju kamarnya.
"Maaf kak,aku sangat lelah,kita bahas besok saja",kata Nikita lalu menutup pintu kamarnya.
Aku pun bingung melihat kelakuan adikku ini. Karena tadi terbangun aku jadi tidak bisa tidur,akhirnya aku memutuskan untuk berjalan-jalan malam memakai masker gas,jaket berhoodie,celana panjang,dan sarung tangan. Aku mengunci pintu depan dan berjalan santai mengikuti jalan raya yang cukup lebar. Jalanan terasa sepi,hanya beberapa kendaraan yang berlalu-lalang. Akupun sampai di taman kota St. Petersburg. Aku duduk di dekat danau. Kulihat kiri-kanan sepi tidak ada siapapun,tapi itu tidak membuat hatiku takut. Aku melihat ke arah tempat sampah dekat lampu di pinggir danau,ada semacam cairan berwarna merah kehitam-hitaman. Aku mulai curiga dan berjalan mendekati cairan itu. Saat cukup dekat aku tau bahwa itu adalah darah. Aku membungkuk untuk melihat lebih dekat.
"Hmm masih segar,apakah baru terjadi pembunuhan disini?",tanyaku dalam hati.
Aku pun membuka tempat sampah.Astaga...ternyata ada seorang pria yang sudah termutilasi yang ternyata kulihat dari wajahnya yang mengenakan topeng adalah Jason si pembunuh yang selama ini sering berkeliaran mencari korban. Aku tidak menyangka Jason dapat dibunuh secara mengenaskan disini. Dari lukanya aku berspekulasi bahwa dia habis bertarung dan kalah,tapi siapa yang bertarung dengannya? Apakah organisasi itu beroperasi lagi? Tidak mungkin itu,sebelum aku meninggalkan organisasi itu,aku yakin organisasi itu sedang krisis ekonomi,tapi...hmmm. Tiba-tiba aku mendengar ada suara langkah kaki di belakangku. Aku langsung berbalik badan dan melihat seorang laki-laki berhoodie putih dan memiliki senyum khas.
"Jeff? Apa yang kau lakukan di St. Petersburg?",tanyaku kepada Jeff the Killer.
"Aku hanya bersenang-senang disini,ha...ha...ha...",kata Jeff.
"Hmm apa kau membunuh pria ini?",tanyaku kepada Jeff.
"Hmm tidak,aku baru saja keluar",kata Jeff.
"Hmm,kau ingin membunuh lagi ya?",tanyaku.
"Dasar kita sudah lama mengenal tapi kau masih saja melontarkan pertanyaan yang sama berulang-ulang,iyalah aku mau membunuh,kau jangan coba untuk menghalangiku ya",kata Jeff menatap tajam ke arahku.
"Ya kau beruntung sekali,saat ini aku tak membawa pedangku jadi kita tunda pertarungan kita",kataku.
"Halah,alasan kau,ya sudah",kata Jeff meninggalkanku pergi.
Kalau bukan Jeff,lalu siapa? Hmm,lebih baik aku menelpon tim penyelidik.
[Normal POV]
-01.33-
Perempuan berambut biru itu masuk ke dalam sebuah bar.
"Selamat datang,kau ingin pesan apa?",kata seorang pelayan dengan ramah.
Perempuan itu tersenyum.
"Berikan aku segelas Vodka",kata perempuan berambut biru itu.
"Baiklah",kata pelayan itu.
Perempuan itu duduk di kursi. Di dalam kedai hanya 2-3 orang saja yang minum. Perempuan itu mengambil sebuah buku dan membacanya. Ada satu orang yang menarik perhatian perempuan itu. Bukan karena tampan tetapi karena aneh,orang itu memakai hoodie coklat tua dan ada sebuah topeng yang menutup wajahnya. Minumanku pun datang. Perempuan itu langsung menenggak habis Vodka yang perempuan itu pesan.
"Hey pelayan ambilkan aku 5 gelas lagi",kata perempuan itu sedikit mabuk.
-01.58-
Seorang pria yang memakai masker gas keluar dari sebuah gedung yang sudah ditinggalkan. Di bajunya terdapat lambang GSFR. Pria itu berjalan menuju sebuah pemakaman. Di dalam pemakaman juga terdapat 2 orang yang memakai masker yang sama seperti pria itu.
"Kau lama sekali Saxon",kata seorang pria.
"Maaf aku terlalu sibuk hehehe",kata pria itu.
"Baik ayo kita mulai",kata seorang wanita.
Mereka bertigapun masuk kedalam lubang di dalam salah satu kuburan yang ternyata adalah pintu rahasia.
Bersambung...
[Razor POV]
Aku masuk ke dalam markas PBB.
"Hai tuan James",sapa T.Will sambil menghampiri seseorang.
"Ohh tuan William",orang itu menyapa balik.
"Aku ingin memperkenalkan seseorang kepadamu,perkenalkan,James ini Gregorius,Greg ini James",kata T.Will memperkenalkanki kepada James.
"Salam kenal",kataku menjabat tangannya.
"Salam kenal juga",kata James. "Ada perlu apa kau datang kemari Will?",tanya James kepada T.Will.
"Aku dan temanku ini ingin membuat sebuah organisasi pemberantas psikopat karena di negara kita tingkat kejahatan psikopat meningkat drastis,dan ini dia data-datanya",kata T.Will sambil menyerahkan sebuah map.
"Hmm ikuti aku",kata James.
Kami berduapun mengikuti James menuju sebuah ruangan yang sepertinya ruangan kepala disini.
"Permisi tuan Tommy,boleh aku masuk",kata James sambil mengetuk pintu.
"Silahkan James",seseorang berkata di dalam ruangan itu.
"Pak,saya membawa dua orang yang memiliki urusan penting pak,perkenalkan ini William dan ini Gregorius pak",katanya memperkenalkan kami.
"Hmm silahkan duduk",jata Tommy.
Aku menjelaskan kedatangan kami kesini.
"Hmm begitu ya,coba saya lihat datanya",kata Tommy.
Jamespun memberikan datanya kepada Tommy.
"CORP ya?Menarik tapi akan aku pertimbangkan...",kata Tommy,"...besok pagi kalian berdua datang lagi kemari dan saya akan mengumumkan organisasi ini diresmikan atau tidak",lanjut Tommy.
"Baik pak",jawab kami serentak.
James mengantar kami berdua keluar. Kamipun berterima kasih kepadanya. Aku kembali ke rumahku dan T.Will pergi ke kantornya. Aku melihat rumahku sepi sekali seperti tidak ada orang,aku pun membuka pintu ternyata tidak dikunci. Aku masuk dan menyalakan semua lampu tapi tidak ada siapa-siapa. "Mungkin Nikita sedang keluar",pikirku. Aku tidak tau keadaan Vladimir sekarang sejak beberapa hari yang lalu. Aku pun merebahkan diri di kasurku dan beristirahat sampai pagi.
[Normal POV]
"Hmmm St. Petersburg,aku kembali ke rumah",kata seorang perempuan berambut biru dan bermasker gas di pinggir gedung menyeringai dengan katananya. "Ini akan menjadi kenangan yang tidak akan mudah di lupakan",lanjut perempuan itu.
Perempuan itupun turun dari 7 lantai dan mendarat dengan mulusnya.
"Let's kill some psycho",kata perempuan itu dan kembali menyeringai.
Perempuan itu berjalan dengan santai nya di jalanan sepi St. Petersburg,berharap mendapatkan psycho yang bisa dibunuh.
"Hmm memang kampung halamanku ini jarang ada psycho...",tapi dia menyeringai kembali saat melihat seorang memakai topeng seperti Jason Voorhees yang sedang membawa sebuah jasad pria. "...akhirnya ketemu juga dengan buruanku",perempuan itu kembali menyeringai.
Perempuan itu mengendap-endap untuk mencari cara untuk membunuhnya. Pria bertopeng itu membuang jasadnya ke pinggir danau. Dan melepas topengnya.
"Hufft hari yang menyedihkan",kata pria bertopeng itu.
Tiba-tiba perempuan itu menyerang pria bertopeng itu tetapi berhasil ditangkis dengan mudahnya.
"Ternyata benar dugaanku",kata pria itu sambil menyeringai lebar.
"Cuih,kau itu banyak bicara Jason",kata perempuan itu.
"Ternyata kau mengetahui ku tapi aku tidak mengetahuimu apakah kau orang baru disini ha...ha...ha",kata Jason tertawa sambil memakai topengnya.
"Dasar psycho bodoh",kata perempuan itu dan tiba-tiba berada di belakang Jason dan menyarungkan katananya.
Tiba-tiba muncul luka tebasan di sekujur tubuh Jason.
"AHHHH...apa yang kau lakukan padaku?",tanya Jason kesakitan.
"Lain kali bolehkah aku lebih keras?",tanya perempuan itu.
"HHH,mati kau!!!",kata Jason maju dan mengibaskan machetenya.
Tapi kibasan itu tidak menghasilkan apapun karena perempuan itu menghindar dengan cepat.
"Bodoh",perempuan itu tersenyum kecil dan menusuk perut Jason hingga tembus.
"ARGH!!!Se...se...sebenarnya...si..siapa kau?",kata Jason terbata-bata karena kesakitan.
"Aku adalah Anita Sichruchev,seorang pemburu psycho,pergilah ke neraka Ja-son",kata perempuan itu dan langsung menebas kepala Jason.
Darah mengucur deras dari tebasan Anita dan membasahi hoody biru mudanya dan baju putihnya menjadi merah.
"Ternyata mudah",kata Anita. "...tapi aku harus mengganti bajuku",lanjut Anita tersenyum kecil sambil meninggalkan tempat itu.
[Razor POV]
-23.49-
Aku terbangun mendengar derit pintu. Aku berdiri dan mencuci mukaku lalu berjalan menuju suara tadi. Kilihat samar-samar seperti seorang perempuan yang seperti Nikita. Aku pun menyalakan lampu. Dan melihat Nikita memakai jaket biru muda dan celana panjang jeans serta tas punggung.
"Nikita?!",kataku.
"Eh..eh...kakak belum tidur?",tanya Nikita kaget.
"Belum,kamu dari mana?",tanyaku.
"Itu...anu...anu dari...rumah temen",kulihat ekspresinya seperti menyembunyikan sesuatu.
"Apa kau menyembunyikan sesuatu dariku?",tanyaku.
"Ti...tidak",katanya.
"Kakak tidak yakin,apa isi tas itu?",tanyaku.
"Hanya makanan",jawabnya.
"Coba kakak lihat",kataku mendekatinya ingin mengambil tasnya.
Dia menghindar dariku dengan berjalan menuju kamarnya.
"Maaf kak,aku sangat lelah,kita bahas besok saja",kata Nikita lalu menutup pintu kamarnya.
Aku pun bingung melihat kelakuan adikku ini. Karena tadi terbangun aku jadi tidak bisa tidur,akhirnya aku memutuskan untuk berjalan-jalan malam memakai masker gas,jaket berhoodie,celana panjang,dan sarung tangan. Aku mengunci pintu depan dan berjalan santai mengikuti jalan raya yang cukup lebar. Jalanan terasa sepi,hanya beberapa kendaraan yang berlalu-lalang. Akupun sampai di taman kota St. Petersburg. Aku duduk di dekat danau. Kulihat kiri-kanan sepi tidak ada siapapun,tapi itu tidak membuat hatiku takut. Aku melihat ke arah tempat sampah dekat lampu di pinggir danau,ada semacam cairan berwarna merah kehitam-hitaman. Aku mulai curiga dan berjalan mendekati cairan itu. Saat cukup dekat aku tau bahwa itu adalah darah. Aku membungkuk untuk melihat lebih dekat.
"Hmm masih segar,apakah baru terjadi pembunuhan disini?",tanyaku dalam hati.
Aku pun membuka tempat sampah.Astaga...ternyata ada seorang pria yang sudah termutilasi yang ternyata kulihat dari wajahnya yang mengenakan topeng adalah Jason si pembunuh yang selama ini sering berkeliaran mencari korban. Aku tidak menyangka Jason dapat dibunuh secara mengenaskan disini. Dari lukanya aku berspekulasi bahwa dia habis bertarung dan kalah,tapi siapa yang bertarung dengannya? Apakah organisasi itu beroperasi lagi? Tidak mungkin itu,sebelum aku meninggalkan organisasi itu,aku yakin organisasi itu sedang krisis ekonomi,tapi...hmmm. Tiba-tiba aku mendengar ada suara langkah kaki di belakangku. Aku langsung berbalik badan dan melihat seorang laki-laki berhoodie putih dan memiliki senyum khas.
"Jeff? Apa yang kau lakukan di St. Petersburg?",tanyaku kepada Jeff the Killer.
"Aku hanya bersenang-senang disini,ha...ha...ha...",kata Jeff.
"Hmm apa kau membunuh pria ini?",tanyaku kepada Jeff.
"Hmm tidak,aku baru saja keluar",kata Jeff.
"Hmm,kau ingin membunuh lagi ya?",tanyaku.
"Dasar kita sudah lama mengenal tapi kau masih saja melontarkan pertanyaan yang sama berulang-ulang,iyalah aku mau membunuh,kau jangan coba untuk menghalangiku ya",kata Jeff menatap tajam ke arahku.
"Ya kau beruntung sekali,saat ini aku tak membawa pedangku jadi kita tunda pertarungan kita",kataku.
"Halah,alasan kau,ya sudah",kata Jeff meninggalkanku pergi.
Kalau bukan Jeff,lalu siapa? Hmm,lebih baik aku menelpon tim penyelidik.
[Normal POV]
-01.33-
Perempuan berambut biru itu masuk ke dalam sebuah bar.
"Selamat datang,kau ingin pesan apa?",kata seorang pelayan dengan ramah.
Perempuan itu tersenyum.
"Berikan aku segelas Vodka",kata perempuan berambut biru itu.
"Baiklah",kata pelayan itu.
Perempuan itu duduk di kursi. Di dalam kedai hanya 2-3 orang saja yang minum. Perempuan itu mengambil sebuah buku dan membacanya. Ada satu orang yang menarik perhatian perempuan itu. Bukan karena tampan tetapi karena aneh,orang itu memakai hoodie coklat tua dan ada sebuah topeng yang menutup wajahnya. Minumanku pun datang. Perempuan itu langsung menenggak habis Vodka yang perempuan itu pesan.
"Hey pelayan ambilkan aku 5 gelas lagi",kata perempuan itu sedikit mabuk.
-01.58-
Seorang pria yang memakai masker gas keluar dari sebuah gedung yang sudah ditinggalkan. Di bajunya terdapat lambang GSFR. Pria itu berjalan menuju sebuah pemakaman. Di dalam pemakaman juga terdapat 2 orang yang memakai masker yang sama seperti pria itu.
"Kau lama sekali Saxon",kata seorang pria.
"Maaf aku terlalu sibuk hehehe",kata pria itu.
"Baik ayo kita mulai",kata seorang wanita.
Mereka bertigapun masuk kedalam lubang di dalam salah satu kuburan yang ternyata adalah pintu rahasia.
Bersambung...
No comments:
Post a Comment