Pengunjung

Saturday, 4 April 2015

RazorBlaze (Part 5)

Part 5

-Razor POV-
Aku memutuskan mencari The Caller di hutan Slendy.Karena sudah tidak bisa membendung lagi amarah ini.

2 jam kemudian

Akhirnya aku sampai di hutan Slendy.Aku terus mencari dan mencari si The Caller itu,tapi itu adalah sebuah awal dari permainan gilanya (The Caller) bersama si 'Muka Rata'.

"THE CALLER!!!DIMANA KAU?!",teriakku.
"Kau milikku",tiba-tiba terdengar suara.
"Siapa kau??The Caller?Atau Slenderman?Ingat Slender kita sudah pernah terlibat pertempuran dan aku selalu dapat melepaskan diri darimu jadi...",kata-kataku berhenti karena ada sulur yang membekap mulutku.
"Kau milikku",kata suara itu yang ternyata Slendy.

Aku mengambil katanaku dan langsung menebas sulur Slendy.

"Tidak akan tuan 'Muka Rata' aku tidak akan menjadi milikmu",kataku tapi tiba-tiba pandanganku menjadi statis.
"Argh..."
"Kau milikku RazorBlaze",kata Slendy.
"Tidak!!!Tidak aku bukan milikmu",kataku yang masih kesakitan.

Aku pun berlari menjauh dari Slendy.

"Tidak ini tidak mungkin",kataku dalam hati.

Aku pun berhenti melihat ada seseorang di depanku.

"Siapa kau?",tanyaku.
"Hihihi kita bertemu lagi RazorBlaze",kata orang itu yang ternyata adalah The Caller yang memperlihatkan senyuman gilanya dari balik hoodienya.
"Kau!!!AKAN KUBUNUH KAU!!!",teriakku dan langsung menyerang The Caller.

Tapi dia menghindar dengan mudah.4 kali aku menebaskan katanaku tapi tidak ada yang mengenainya.Tapi saat aku menyerangnya ke-5 kali ,akhirnya aku mengenainya di perutnya,tapi tiba-tiba perutku merasa sakit yang luar biasa.

"Hahaha ada apa hah?Kau sudah merasakan kekuatan baruku?",kata The Caller dengan senyum gilanya.

Aku menebas tangannya lalu tangannya itu langsung lepas.Tapi saat itu juga tanganku merasa sakit yang luar biasa,seperti lepas.Sekarang aku tau kalau aku menyerangnya,akulah yang akan mendapat dampak dari serangan yang ku buat padanya.Aku pun mundur 5 langkah dari posisi awalku.

"Kenapa hah?Apa kau takut?",kata The Caller.
"AKU TIDAK AKAN PERNAH TAKUT PADAMU!!!",teriakku dan langsung memasuki Mode Azura.

Aku mengeluarkan cahaya dari jariku dan langsung menembak The Caller dengan laser cahayaku.Sama seperti sebelumnya,perut The Callerpun berlubang akibat serangan dahsyatku.Aku sangat kelelahan karena mengeluarkan serangan itu.

"Hahahaha kau tidak pernah belajar ya hahaha",The Caller tertawa.

Tiba-tiba perutku terasa sakit dan mulutku mengeluarkan darah.

"A...apa ya...yang kau la...kukan pa...padaku?",tanyaku.
"Ini adalah kekuatan baruku,kau menyerangku berarti sama dengan kau menyerang dirimu sendiri",jelas The Caller.
"Uhueekk",aku memuntahkan darah.

Kulihat The Caller tersenyum lebih tepatnya menyeringai.

"Waktunya sudah dekat RazorBlaze,kau akan mati disini",kata The Caller.

-Normal POV-

The Caller pun mendekati Razor yang sedang sekarat.Tiba-tiba dari belakang The Caller muncul seorang berjubah coklat tua dan langsung menyerang The Caller dengan goloknya.

"Siapa kau?Jangan menggangguku",kata The Caller.

Pria itu hanya menyeringai dan langsung menebas tangan kiri The Caller yang merupakan kunci dari kekuatannya itu.

"Sekarang kunci dari kekuatanmu lenyap",kata pria misterius itu.
"Bagaimana...bagaimana kau tau?",The Caller terkejut.
"Sebut saja aku seorang penganalisis",kata pria itu.
"Sial,kalau seperti ini aku harus lari",batin The Caller.

The Callerpun menjauh dari Razor dan pria misterius itu.Pria itu mendekati Razor.

"Hai tuan Razor,perkenalkan namaku Terry William panggil saja T.Will",kata pria itu sambil tersenyum.

-Razor POV-

Aku melihat pria misterius itu mendekatiku setelah membuat lengan The Caller lepas.

"Hai tuan Blaze,perkenalkan namaku Terry William,panggil saja aku T.Will",aku mendengar suaranya samar-samar dan semua menjadi gelap.


-Razor POV-

Aku pun siuman.

"Akhirnya kau bangun juga Tuan Razor",kata pria misterius yang kulihat sebelum aku pingsan.
"Siapa kau?",tanyaku.
"Perkenalkan aku Terry William,panggil saja T.Will",kata orang itulalu menjabat tanganku.

Aku pun juga menjabat tangannya.Aku lalu bangun dari tempat tidur dan memakai kembali pakaian investigatorku.

"Tuan Razor,anda belum sehat betul",kata T.Will.
"Aku harus pulang ke rumahku",kataku.
"Baik tapi apakah saya boleh mengikuti anda?",tanya T.Will.
"Memang apa urusanmu?",tanyaku.
"Aku adalah salah satu investigator dari Inggris,aku ingin menawarkan suatu hal padamu",kata T.Will.
"Apa yang kau tawarkan?",tanyaku.
"Sebuah organisasi",katanya.
"Organisasi?Aku sudah tidak berurusan dengan organisasi sejak 4 tahun yang lalu",kataku.
"Tapi kau lah yang akan memimpin organisasi itu",katanya.

Aku pun tertegun sebentar lalu melanjutkan perkataan,"Baik,tapi aku yang menentukan namanya,bagaimana?Setuju?",kataku.
"Baiklah setuju",kata orang itu.

Aku pun berjalan ke rumahku bersama Terry.

"Sebelum kau menjadi seorang investigator,kau bekerja sebagai apa?",tanya Terry.
"CCC,tapi itu sudah lama sekali",kataku.
"Hmmm mantan CCC ya",katanya.
"Kalau kau,kau ini bekerja sebagai apa?",tanyaku.
"Aku adalah seorang agen dari Inggris yang ditugaskan untuk mencari seorang investigator bernama RazorBlaze dan beginilah selanjutnya",katanya.
"Baiklah",kataku.

Akhirnya kami sampai di rumahku.Saat aku membuka pintu,aku sudah dipeluk oleh Nikita yang memakai tank top hitam dengan hot pants yang sewarna dengan atasnya.

"Whooaa,Nikita tenang lah sayang",kataku memeluk dan mengelus rambut adikku.
"Aku rindu kak Razor",kata Nikita.
"Aku juga merindukanmu,dimana Vladimir?",tanyaku.
"Dia sedang pergi keluar kota",kata Nikita.
"Luar kota?Untuk apa?",tanyaku.
"Aku tidak tau",kata Nikita.
"Hmmm...oh iya perkenalkan ini Terry William",kataku memperkenalkan T.Will.
"Salam kenal",kata Nikita sambil menawarkan tangan untuk menjabat dan tersenyum.
"Uhh sa-salam kenal",jawab T.Will terbata-bata sambil menjabat tangan Nikita.
"Knp kau gemetaran?",tanya Nikita kepada T.Will.
"Uhh tidak",kata T.Will.
"Baik ayo kita masuk",kataku.

Kami bertiga pun masuk kedalam rumah.

-Skip 5 hari kemudian-

Aku mempersiapkan nama untuk organisasi yang akan kubuat,T.Will sudah kembali ke Inggris dan memerintahkanku kalau sudah menemukan nama organisasinya aku harus menghubunginya.Setelah 2 jam berpikir akhirnya aku berhasil menemukan nama orgaisasinya yaitu Catcher Organization and Retaining Psychopaths (C.O.R.P).Aku pun merebahkan tubuhku yanh lelah karena terlalu banyak berpikir.Akupun tertidur.Aku pun terbangun,kulihat jam wekerku menunjukkan jam 2 siang.Aku bangin dari tempat tidur dan menuju kamar mandiku.Aku menyuci mukaku dan pergi ke kamar adikku.Kulihat adikku sedang tertidur pulas.Dia mengenakan tank top ungu dengan celana dalam hitam.Uhh cukup membuat kelaminku tegang.Aku pun berlalu untuk menghindari hal yang tidak diinginkan.Aku melihat ke dapur untuk mencari makanan tapi tidak ada makanan disana.

"Sial",eluhku.

Aku membuka kulkas dan melihat telur,sayur dan susu.

"Hanya ini?",tanyaku dalam hati.

Akupun berniat untuk memasaknya.Aku berencana untuk membuat Omelet.Aku pun mulai memasak.Setelah selesai,aku membawa makanan ke ruang makan dan memakannya.Aku ingin membangunkan Nikita tapi aku tidak tega mengganggu tidur seorang malaikat yang sangat cantik.Aku pun meninggalkan surat untuk adikku dan pergi ke bandara untuk menemui T.Will.Aku pun segera berangkat.Akhirnya aku sampai juga di bandara lalu mencari T.Will.

"Hey Gregorius",kata seorang pria yang memakai jas hitam dan celana hitam.
"Ohh hey Terry",kataku menyapa balik.
"Aku sudah mempersiapkan nama dan rancangannya kau bisa menyerahkan dokumennya pada PBB sekarang",kataku sambil memberikan dokumen-dokumen tentang organisasi CORP.
"Baiklah",kata T.Will sambil mengambil dokumen itu."Ayo kita pergi ke markas PBB di dekat sini",sambungnya.
"Ya baiklah",kataku singkat dan memanggil satu taksi.

Akhirnya kami pun berangkat menuju markas PBB yang T.Will berikan alamatnya saja,bukan nama tempatnya.1 jam perjalanan kami diberhentikan oleh 5 tentara bersenjata lengkap.Mereka menyuruh kami untuk turun dari taksi.Dan taksi itu disuruh pergi.

"Siapa kalian dan ada urusan apa kalian kemari?",tanya seorang tentara.
"Perkenalkan aku adalah Terry William,investigator dari Inggris dan dia adalah Gregorius Blaze,investigator dari Rusia",kata Terry.
"Bisa perlihatkan kartu identitas kalian?",tanya salah satu tentara itu.
"Baiklah",kata T.Will sambil memberikan kartu identitasnya,begitu pula denganku.
"Baik silahkan masuk",kata prajurit itu.


Bersambung...

2 comments:

  1. Min , post ceritanya di www.wattpad.com aja , disitu cerita yang di post lebih banyak pembacanya hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Oke nanti kalo ada waktu bakal pos disana,terima kasih sarannya hehe

      Delete