Part 7
[Razor POV]
-02.33-
Tim penyelidik pun datang,dan menyelidiki pembunuhan ini. Aku sangat mengantuk dan meminta izin kepada kepala tim penyelidik untuk pulang. Setelah diperbolehkan,aku berjalan pulang ke rumah.
-5 hari kemudian-
(Markas Besar CORP,Tokyo)
Sudah 4 hari organisasiku ini diresmikan dan sudah ada lebih dari 100 orang anggota investigator biasa dan beberapa tang memiliki keahlian khusus,sejak 4 haru yang lalu juga aku langsung berangkat ke Tokyo karena PBB membolehkan untuk membuat kantor pusat di sana. Tiba-tiba pintu kantorku diketuk.
"Tuan Razor,bolehkah saya masuk",terdengar suara dari luar.
"Silahkan",kataku membolehkan.
Pintupun terbuka dan ternyata adalah T.Will.
"Hei Will,ada apa?",tanyaku.
"Ya seperti biasa kasus meningkat",kata T.Will.
"Meningkat lagi?",tanyaku lagi.
"Iya benar tapi...maaf tuan gas maskmu menggangguku",kata T.Will dengan ekspresi sedikit terganggu.
"Ohhh maaf",aku membuka masker gasku. "Lanjutkan...",lanjutku.
"Tentang aktifitas psikopat di Tokyo meningkat,sudah lebih dari 7 kasus pembunuhan setiap malam,dan diduga pelakunya adalah pelaku yang sama,The Blood Rabbit",kata T.Will.
"Minori...",kataku dalam hati. "Baiklah sebaiknya kita menurunkan personil kita,tolong panggilkan Tado,Ryuu,dan Mr. Smile",kataku kepada T.Will,wakilku.
"Baik tuan",T.Will keluar ruanganku.
"Sial,Minori kenapa jadi seperti ini?",kataku bicara sendiri.
Pintuku diketuk.
"Masuk",kataku.
"Apa anda memanggil kami?",tanya Tado.
"Iya benar",kataku. "Aku ingin membahas ini bersama kalian,silahkan duduk",lanjut ku.
Mereka bertiga pun duduk.
"Aku akan membuat 3 kelompok Assassin Squad,yang bertugas untuk melacak keberadaan The Blood Rabbit",jelasku.
"The...The Blood Rabbit?",tanya Ryuu seperti ketakutan.
"Iya benar dan aku ingin kalian yang memimpin masing-masing dari 3 kalompok itu",jelasku lagi.
"Ka...kami? Tapi kenapa kau memilih kami?",tanya Mr. Smile.
"Ya benar,kalian akan ditugaskan memimpin satu kelompok beranggotakan 5 orang",jelasku lagi.
"Hmmm kalau itu maumu kami terima",kata Tado tegas.
"A...apa?Ta...tapi...",Ryuu sepertinya tidak siap.
"Kau jangan takut Ryuu saudara (angkat)ku,ada 2 orang hebat bersamamu",kataku.
"Ba...baiklah",Ryuu pun mengikuti perintahku.
"Lalu kau Mr. Smile?",tanyaku kepada Mr. Smile.
"Aku sih ikuti perintahmu saja ketua Razor",katanya.
"Baik kalau begitu ini akan menjadi tugas yang tak mudah,jadi persiapkan diri kalian,besok siang datang ke ruanganku,bubar",kataku.
[Normal POV]
SaxonBlaze,itulah nama julukan adik kandung Razor,yang menjadi anggota GSFR yang tidam diketahui Razor.
-13.57-
"Hey Borchev,kau mau vodka?",tanya Saxon kepada Borchev teman satu organisasinya.
"Tentu",kata Borchev mengambil sebotol vodka.
"Aku tidak tau apakah yang dilakukan kakakku mengenai aku yang masuk GSFR dan adik perempuanku juga mengikuti jalanku menjadi anggota GSFR,aku harap dia tidak membenciku",kata Saxon sambil menenggak vodkanya.
"Jangan sedih partnerku,kau pasti dimaafkan,ngomong-ngomong siapa nama kakakmu?",tanya Borchev.
"Gregorius Blaze,dia juga mantan anggota GSFR berjulukan RazorBlaze",kataku.
Tiba-tiba dia memuncratkan vodka dimulutnya.
"Ra...RazorBlaze?",Borchev terlihat kaget.
"Iya memang kenapa?",tanya Saxon heran.
"Dia...dia itu legenda di organisasi ini,tapi dia keluar saat organisasi ini membutuhkannya,bagaimana kabarnya?",tanya Borchev.
"Aku tidak tau,sudah lama aku tidak berhubungan dengannya",kataku menatap langit yang penuh awan.
"Aku prihatin",kata Borchev
----------------------
Anita sedang mengikuti orang yang berpenampilan aneh yang dia temui 5 hari yang lalu.
"Ugh aku tidak menemukan tanda-tanda kalau dia seorang psikopat,tapi aku akan terus mencoba",kata Anita dalam hati.
-22.43-
Malam pun tiba,Anita masih saja mengikuti orang bertopeng itu,sampaj suatu saat orang bertopeng itu masuk ke sebuah rumah yang sepertinya sudah tidak di tempati lagi.
"Hmm mencurigakan sekali",kata Anita dalam hati.
Anita pun mengendap-endap mendekati rumah itu. Tapi tiba-tiba sebuah pukulan dari benda tumpul memdarat di kepala Anita dan Anitapun pingsan.
[Razor POV]
-20.32-
Aku ingin mengunjungi Nikita ke Rusia. Aku sangat merindukannya,dan juga Vladimir,entah kenapa aku jadi teringat padanya.
"Helikopter anda sudah siap tuan",kata ajudanku bernama Kamiro.
"Iya baiklah Kamiro",kataku.
Aku pun berjalan menuju landasan helikopter di puncak gedung CORP ini dan menaiki helikopter.
"401 CORP siap lepas landas",kata Hiromi pilotku.
"Baik Hiro",kataku kepada Hiromi.
Helikopterpun lepas landas. Diperjalanan aku melihat kota Tokyo pada malam hari,imdah sekali dengan gemerlap lampu dimana-mana. Aku pun tertidur karena kelelahan.
[Razor POV]
Aku terbangun dan melihat kota Moskow. Bukan keindahan yang aku lihat tetapi kehancuran,ya aku mendengar Moskow sedang dalam revolusi ke-3 besar-besaran.
"Pak sepertinya kita tidak mungkin sampai ke St. Petersburg dengan santai",jelas Hiromi.
"Baik tetapi usahakan tidak terjadi apa-apa dengan helikopter ini",kataku.
"Baik pak...",kata Hirumi lalu menyalakan radio,"...disini CORP-1 kepada pangkalan Belarusia,masuk Belarusia"
"CORP-1 kami mendengarmu,ganti",terdengar suara dari radio.
"Kami meminta pengawalan 2 pesawat Sukhoi T-50 segera,ganti",Hiromi membalas radio.
"Baik waktu kedatangan 5 menit,ganti",terdengar lagi suara dari radio.
"Baik",Hiromi pun mematikan sinyal radio.
Tiba-tiba ada 2 pesawat F-22 Raptor milik Amerika melesat ke arah kami dan menembakkan rudal.
"Sial,kita diserang pak",teriak Hiromi.
"Lakukan manuver penghindar",perintahku.
Helikopterku melepaskan flares penghindar dan mencoba kabur dari pantauan kedua F-22 itu. 4 menit kemudian,2 pesawat Sukhoi T-50 menembak kedua pesawat F-22 Raptor itu.
"CORP-1 disini pilot Sukhoi T-50 15,sekarang kalian aman",tiba-tiba terdengar suara dari radio.
"Disini CORP-1,terima kasih,selesai",Hiromi menanggapi pesan radio itu.
Tak terasa pertempuran singkat tadi sudah sampai di Kremlin. Tidak terjadi apa-apa dengan helikopterku ini setelah Hiromi cek.
"Baik Hiromi,cepat arahkan ke St. Petersburg dan mendarat di Markas CORP yang baru 1 bulan disana",perintahku.
"Baik pak",tanggap Hiromi.
Aku menyalakan televisi portableku untuk melihat perkembangan berita di dunia. Ternyata bukan Moskow saja yang mengalami kerusuhan,New York,London,Paris,hampir semua kota besar mengalami kerusuhan.
"Memang ini hari revolusi internasional apa? Pfft",pikirku setengah tertawa.
Tapi kulihat keanehan,kenapa hanya F-22 Raptor saja yang terlihat menyerang,apa ini salah satu konspirasi CIA dan para elit untuk menciptakan dunia baru?
"Pak,kita siap mendarat pak",ucap Hiromi yang membuatku terkaget.
"Ohh...iya iya",tanggapku.
Setelah mendarat,akupun turun lalu disambut oleh wakilku untuk St. Petersburg dan sekaligus sahabat lamaku,Anita Sichruchev.
"Bagaimana perjalanan anda Pak Razor?",tanya Anita ke Razor.
"Jangan panggil pak,Anita,panggil saja Greg,kita kan sudah lama kenal,sahabatan lagi",kataku sambil berjalan bersama Anita menuju ruang rapat.
"Ba...baik pak...eh maksud saya...Greg",tiba-tiba muka Anita memerah.
"Hey kenapa mukamu merah begitu?",tanyaku mendekatkan mukaku ke mukanya yang tertunduk.
"Uhh ti...hyaaa~",Anita kaget dan langsung menutup mukanya dengan beberapa dokumen.
"Kau masih sama dengan dulu ya,pemalu haha",ucapku sambil tertawa.
"Ah kamu itu Greg masih sama juga seperti dulu,iseng haha",ucap Anita juga sambil tertawa.
"Haha,ya sudah,ayo saudara-saudara kita masuk",kataku kepada para investigator tingkat tinggi dari CORP Russia.
Kami semuapun memasuki ruang rapat.
"Jadi apa yang terjadi dengan Moskow,motif apa yang melandasi revolusi itu?",tanyaku.
"Menurut keterangan para informan kami para psycholah yang melandasinya,Amerika juga membiayai pemberontakan itu",kata salah satu investigatorku.
"Hmmm,baiklah,kalian aku beri tugas bunuhlah para target psycho termasuk yang bernama PlainFace dan PsychoPen kudengar mereka sedang di Moskow,dan hati-hati dengan mereka",kataku memberi tugas.
"Baik pak",jawab mereka serentak.
"Bubar",kataku.
Lalu merekapun berjalan keluar ruangan. Hanya aku yang masih membereskan berkasku dan Anita yang sedang berjalan mendekatiku di ruang rapat.
"Anita kau tidak keluar?",tanyaku.
"Ti...tidak Greg,aku hanya ingin menemanimu disini",kata Anita yang sedang duduk disebelahku dengan muka tertunduk.
Aku pun melepas masker gasku dan tersenyum kearah Anita. Anita melihatku sebentar lalu membalas senyumanku dengan senyuman juga lalu menunduk lagi.
"Baik aku sudah selesai membereskannya ayo kita keluar dari ruangan ini",kataku kepada Anita.
"Ayo",kata Anita singkat.
Aku dan Anitapun berjalan keluar ruangan.
Bersambung...
[Razor POV]
-02.33-
Tim penyelidik pun datang,dan menyelidiki pembunuhan ini. Aku sangat mengantuk dan meminta izin kepada kepala tim penyelidik untuk pulang. Setelah diperbolehkan,aku berjalan pulang ke rumah.
-5 hari kemudian-
(Markas Besar CORP,Tokyo)
Sudah 4 hari organisasiku ini diresmikan dan sudah ada lebih dari 100 orang anggota investigator biasa dan beberapa tang memiliki keahlian khusus,sejak 4 haru yang lalu juga aku langsung berangkat ke Tokyo karena PBB membolehkan untuk membuat kantor pusat di sana. Tiba-tiba pintu kantorku diketuk.
"Tuan Razor,bolehkah saya masuk",terdengar suara dari luar.
"Silahkan",kataku membolehkan.
Pintupun terbuka dan ternyata adalah T.Will.
"Hei Will,ada apa?",tanyaku.
"Ya seperti biasa kasus meningkat",kata T.Will.
"Meningkat lagi?",tanyaku lagi.
"Iya benar tapi...maaf tuan gas maskmu menggangguku",kata T.Will dengan ekspresi sedikit terganggu.
"Ohhh maaf",aku membuka masker gasku. "Lanjutkan...",lanjutku.
"Tentang aktifitas psikopat di Tokyo meningkat,sudah lebih dari 7 kasus pembunuhan setiap malam,dan diduga pelakunya adalah pelaku yang sama,The Blood Rabbit",kata T.Will.
"Minori...",kataku dalam hati. "Baiklah sebaiknya kita menurunkan personil kita,tolong panggilkan Tado,Ryuu,dan Mr. Smile",kataku kepada T.Will,wakilku.
"Baik tuan",T.Will keluar ruanganku.
"Sial,Minori kenapa jadi seperti ini?",kataku bicara sendiri.
Pintuku diketuk.
"Masuk",kataku.
"Apa anda memanggil kami?",tanya Tado.
"Iya benar",kataku. "Aku ingin membahas ini bersama kalian,silahkan duduk",lanjut ku.
Mereka bertiga pun duduk.
"Aku akan membuat 3 kelompok Assassin Squad,yang bertugas untuk melacak keberadaan The Blood Rabbit",jelasku.
"The...The Blood Rabbit?",tanya Ryuu seperti ketakutan.
"Iya benar dan aku ingin kalian yang memimpin masing-masing dari 3 kalompok itu",jelasku lagi.
"Ka...kami? Tapi kenapa kau memilih kami?",tanya Mr. Smile.
"Ya benar,kalian akan ditugaskan memimpin satu kelompok beranggotakan 5 orang",jelasku lagi.
"Hmmm kalau itu maumu kami terima",kata Tado tegas.
"A...apa?Ta...tapi...",Ryuu sepertinya tidak siap.
"Kau jangan takut Ryuu saudara (angkat)ku,ada 2 orang hebat bersamamu",kataku.
"Ba...baiklah",Ryuu pun mengikuti perintahku.
"Lalu kau Mr. Smile?",tanyaku kepada Mr. Smile.
"Aku sih ikuti perintahmu saja ketua Razor",katanya.
"Baik kalau begitu ini akan menjadi tugas yang tak mudah,jadi persiapkan diri kalian,besok siang datang ke ruanganku,bubar",kataku.
[Normal POV]
SaxonBlaze,itulah nama julukan adik kandung Razor,yang menjadi anggota GSFR yang tidam diketahui Razor.
-13.57-
"Hey Borchev,kau mau vodka?",tanya Saxon kepada Borchev teman satu organisasinya.
"Tentu",kata Borchev mengambil sebotol vodka.
"Aku tidak tau apakah yang dilakukan kakakku mengenai aku yang masuk GSFR dan adik perempuanku juga mengikuti jalanku menjadi anggota GSFR,aku harap dia tidak membenciku",kata Saxon sambil menenggak vodkanya.
"Jangan sedih partnerku,kau pasti dimaafkan,ngomong-ngomong siapa nama kakakmu?",tanya Borchev.
"Gregorius Blaze,dia juga mantan anggota GSFR berjulukan RazorBlaze",kataku.
Tiba-tiba dia memuncratkan vodka dimulutnya.
"Ra...RazorBlaze?",Borchev terlihat kaget.
"Iya memang kenapa?",tanya Saxon heran.
"Dia...dia itu legenda di organisasi ini,tapi dia keluar saat organisasi ini membutuhkannya,bagaimana kabarnya?",tanya Borchev.
"Aku tidak tau,sudah lama aku tidak berhubungan dengannya",kataku menatap langit yang penuh awan.
"Aku prihatin",kata Borchev
----------------------
Anita sedang mengikuti orang yang berpenampilan aneh yang dia temui 5 hari yang lalu.
"Ugh aku tidak menemukan tanda-tanda kalau dia seorang psikopat,tapi aku akan terus mencoba",kata Anita dalam hati.
-22.43-
Malam pun tiba,Anita masih saja mengikuti orang bertopeng itu,sampaj suatu saat orang bertopeng itu masuk ke sebuah rumah yang sepertinya sudah tidak di tempati lagi.
"Hmm mencurigakan sekali",kata Anita dalam hati.
Anita pun mengendap-endap mendekati rumah itu. Tapi tiba-tiba sebuah pukulan dari benda tumpul memdarat di kepala Anita dan Anitapun pingsan.
[Razor POV]
-20.32-
Aku ingin mengunjungi Nikita ke Rusia. Aku sangat merindukannya,dan juga Vladimir,entah kenapa aku jadi teringat padanya.
"Helikopter anda sudah siap tuan",kata ajudanku bernama Kamiro.
"Iya baiklah Kamiro",kataku.
Aku pun berjalan menuju landasan helikopter di puncak gedung CORP ini dan menaiki helikopter.
"401 CORP siap lepas landas",kata Hiromi pilotku.
"Baik Hiro",kataku kepada Hiromi.
Helikopterpun lepas landas. Diperjalanan aku melihat kota Tokyo pada malam hari,imdah sekali dengan gemerlap lampu dimana-mana. Aku pun tertidur karena kelelahan.
[Razor POV]
Aku terbangun dan melihat kota Moskow. Bukan keindahan yang aku lihat tetapi kehancuran,ya aku mendengar Moskow sedang dalam revolusi ke-3 besar-besaran.
"Pak sepertinya kita tidak mungkin sampai ke St. Petersburg dengan santai",jelas Hiromi.
"Baik tetapi usahakan tidak terjadi apa-apa dengan helikopter ini",kataku.
"Baik pak...",kata Hirumi lalu menyalakan radio,"...disini CORP-1 kepada pangkalan Belarusia,masuk Belarusia"
"CORP-1 kami mendengarmu,ganti",terdengar suara dari radio.
"Kami meminta pengawalan 2 pesawat Sukhoi T-50 segera,ganti",Hiromi membalas radio.
"Baik waktu kedatangan 5 menit,ganti",terdengar lagi suara dari radio.
"Baik",Hiromi pun mematikan sinyal radio.
Tiba-tiba ada 2 pesawat F-22 Raptor milik Amerika melesat ke arah kami dan menembakkan rudal.
"Sial,kita diserang pak",teriak Hiromi.
"Lakukan manuver penghindar",perintahku.
Helikopterku melepaskan flares penghindar dan mencoba kabur dari pantauan kedua F-22 itu. 4 menit kemudian,2 pesawat Sukhoi T-50 menembak kedua pesawat F-22 Raptor itu.
"CORP-1 disini pilot Sukhoi T-50 15,sekarang kalian aman",tiba-tiba terdengar suara dari radio.
"Disini CORP-1,terima kasih,selesai",Hiromi menanggapi pesan radio itu.
Tak terasa pertempuran singkat tadi sudah sampai di Kremlin. Tidak terjadi apa-apa dengan helikopterku ini setelah Hiromi cek.
"Baik Hiromi,cepat arahkan ke St. Petersburg dan mendarat di Markas CORP yang baru 1 bulan disana",perintahku.
"Baik pak",tanggap Hiromi.
Aku menyalakan televisi portableku untuk melihat perkembangan berita di dunia. Ternyata bukan Moskow saja yang mengalami kerusuhan,New York,London,Paris,hampir semua kota besar mengalami kerusuhan.
"Memang ini hari revolusi internasional apa? Pfft",pikirku setengah tertawa.
Tapi kulihat keanehan,kenapa hanya F-22 Raptor saja yang terlihat menyerang,apa ini salah satu konspirasi CIA dan para elit untuk menciptakan dunia baru?
"Pak,kita siap mendarat pak",ucap Hiromi yang membuatku terkaget.
"Ohh...iya iya",tanggapku.
Setelah mendarat,akupun turun lalu disambut oleh wakilku untuk St. Petersburg dan sekaligus sahabat lamaku,Anita Sichruchev.
"Bagaimana perjalanan anda Pak Razor?",tanya Anita ke Razor.
"Jangan panggil pak,Anita,panggil saja Greg,kita kan sudah lama kenal,sahabatan lagi",kataku sambil berjalan bersama Anita menuju ruang rapat.
"Ba...baik pak...eh maksud saya...Greg",tiba-tiba muka Anita memerah.
"Hey kenapa mukamu merah begitu?",tanyaku mendekatkan mukaku ke mukanya yang tertunduk.
"Uhh ti...hyaaa~",Anita kaget dan langsung menutup mukanya dengan beberapa dokumen.
"Kau masih sama dengan dulu ya,pemalu haha",ucapku sambil tertawa.
"Ah kamu itu Greg masih sama juga seperti dulu,iseng haha",ucap Anita juga sambil tertawa.
"Haha,ya sudah,ayo saudara-saudara kita masuk",kataku kepada para investigator tingkat tinggi dari CORP Russia.
Kami semuapun memasuki ruang rapat.
"Jadi apa yang terjadi dengan Moskow,motif apa yang melandasi revolusi itu?",tanyaku.
"Menurut keterangan para informan kami para psycholah yang melandasinya,Amerika juga membiayai pemberontakan itu",kata salah satu investigatorku.
"Hmmm,baiklah,kalian aku beri tugas bunuhlah para target psycho termasuk yang bernama PlainFace dan PsychoPen kudengar mereka sedang di Moskow,dan hati-hati dengan mereka",kataku memberi tugas.
"Baik pak",jawab mereka serentak.
"Bubar",kataku.
Lalu merekapun berjalan keluar ruangan. Hanya aku yang masih membereskan berkasku dan Anita yang sedang berjalan mendekatiku di ruang rapat.
"Anita kau tidak keluar?",tanyaku.
"Ti...tidak Greg,aku hanya ingin menemanimu disini",kata Anita yang sedang duduk disebelahku dengan muka tertunduk.
Aku pun melepas masker gasku dan tersenyum kearah Anita. Anita melihatku sebentar lalu membalas senyumanku dengan senyuman juga lalu menunduk lagi.
"Baik aku sudah selesai membereskannya ayo kita keluar dari ruangan ini",kataku kepada Anita.
"Ayo",kata Anita singkat.
Aku dan Anitapun berjalan keluar ruangan.
Bersambung...
No comments:
Post a Comment