Pengunjung

Saturday, 25 April 2015

Download Minecraft for PC

Oke,guys ketemu lagi sama admin terganteng dan tergreget sepanjang sejarah umat setan :v kali ini mimin bakal ngeshare yang namanya permainan Minecraft. Udah tau blom nih? Kalo blom tau kebangetan :3 berikut adalah link untuk download Minecraft...

Download Minecraft File (Shiginima Launcher) disini
Download Map Buatan Mimin disini

Sudah dicoba di komputer mimin,inilah sekilas screenshot-screenshotnya :

Oke sampai disini dulu perjumpaan kita,sampai jumpa di pos selanjutnya ya ;)

Tuesday, 14 April 2015

RazorBlaze (Part 8)

Part 8

[Razor POV]

Aku dan Anita berjalan ke ruanganku.

"Hey Anita,kau istirahat saja dulu,aku kasihan melihatmu yang kelihatan lelah",kataku kepada Anita.
"Tapi aku nyaman berada disisimu Greg",ucap Anita manja sambil mendekap lengan kiriku.
"Iya aku tau,tapi apakah kau tidak lelah?",tanyaku.
"Aku tidak lelah kalau berada disisimu Greg,aku..aku mencintaimu sejak pertama kali kita bertemu dulu",ucap Anita.

Aku kaget bagaikan tersambar petir.

"Tapi apakah kau tau Anita aku sendiri sudah memiliki pasangan",kataku dengan lembut kepada Anita.
"Iya aku tau kau sudah memiliki pasangan,Rosalline kan namanya?Tapi aku benar-benar mencintaimu Greg,aku tidak ingin kehilanganmu",ucap Anita lagi sambil mendekap lengan kiriku lebih erat lagi.

Tapi baru saja aku ingin mengatakan sesuatu tiba-tiba sebuah pisau melesat ke arah kami. Dengan reflek kami menghindarinya.

"Sial!Siapa kau?!Keluarlah!!!",tegasku.

PLOK!PLOK!PLOK!

Tiba-tiba seseorang muncul sambil bertepuk tangan.

"Aku terkesan Razor atas reflekmu itu",kata seseorang pria yang memiliki 2 buah belati di pinggangnya.
"Siapa kau?!",tanyaku setengah teriak.
"Perkenalkan namaku Kuroha,aku ditugaskan kesini untuk membunuhmu!",tiba-tiba Kuroha melesat menuju kami.

Aku yang memiliki kecepatan yang diluar akal sehat manusia karena memiliki kekuatan yang diberikan iblisku Azurapun langsung menendang Kuroha hingga terpental.

"Hahaha sial,sepertinya ini akan sulit,hhhhhn",ucap Kuroha terengah-engah.

Aku pun langsung maju menyerangnya dengan dual katanaku.

STANG!!!STING!!!STANG!!

Aku menyerangnya tetapi dia dapat menepis seranganku dengan kedua belatinya. Kulihat Anita sedang melawan seorang wanita dengan dua buah katana yang aku tak tau darimana tiba-tiba saja dia sudah bertarung dengan Anita. Aku terus menyerangnya (Baca : Kuroha) tetapi dia masih dengan mudah menangkis seranganku walaupun dia terlihat sedikit kelelahan. Terkadang dia juga menyerangku tetapi apalah daya dia yang hanya memiliki 2 belati dan aku yang sudah berpengalaman dengan berbagai psycho. Aku dan dia terus beradu kekuatan,tapi tiba-tiba dia menghilang dan berada di belakangku dan menodongkan belatinya ke leherku.

"Skakmat",katanya sambil menyeringai.
"Kau jangan coba-coba bodoh,hahaha",aku pun langsung berada di belakangnya juga.
"Sial",ucapnya.
"Hey kau ketua CORP bodoh",aku mendengar suara yang ternyata adalah suara wanita dan kulihat Anita sedang pingsan.
"ANITA!!!",teriakku dan langsung menyerang wanita itu karena kesal.
"Hahaha",wanita itu tertawa lalu menjatuhkan Anita dan mengeluarkan kedua katananya.

Aku dengan membabi buta menyerang dan menebas kearahnya tapi tidak ada satupun seranganku yang mengenainya sedikitpun.

"Hahaha bodoh,oh iya perkenalkan namaku Nai,Yuuki Nai",katanya menundukkan kepala sambil terus menghindar.

Aku menghentikan seranganku lalu aku menutup mataku.

"Ada apa hah?!Kau menyerah hahaha",terdengar suara Nai.
"Bunuh dia Nai",aku juga mendengar suara Kuroha.

Tiba-tiba pandanganku menjadi terang walaupun aku menutup mata,aku menamai ini Angel Vision. Kulihat Nai mengangkat katananya dan bersiap untuk menebas kepalaku. Tapi aku langsung menangkap tangan dan mengunci tangan Nai ke belakang dengan masih menutup mataku.

"Bagaimana bisa dia melakukan itu?",aku mendengar Kuroha berbicara.
"Lepaskan aku bodoh",teriak Nai sambil meronta.
"Kalian harus bertanggung jawab atas apa yang kalian lakukan",kataku dan langsung mengeluarkan Angel Lightku lalu membutakan mereka berdua.
"Arghh!!!Kekuatan apa itu?!Sebenarnya kau itu apa?!",kata Kuroha sambil menutup matanya karena silau.
"Kau itu apa sebenarnya?!",tanya Nai sambil meronta-ronta.
"Aku adalah RazorBlaze",kataku sambil memakai gas maskku.

Kedua psycho itu pun langsung tak sadarkan diri. Aku menonaktifkan kekuatanku dan menghampiri Anita.

"Anita?!Bertahanlah Anita!",kataku sambil menggoncang tubuh Anita.
"Greg?",tiba-tiba Anita tersadar.
"Anita!Aku sangat mengkhawatirkanmu",kataku sambil memeluk Anita.
"Greg...",muka Anita memerah.
"Aku juga mencintaimu Anita",ucapku.
"Be..benarkah?Apa itu berarti kau...kau mau menjadi...pacarku?",muka Anita semakin memerah.
"Tentu saja",kataku memastikan kata-kataku kepada Anita.

Anita pun membalas memelukku.

PRANG!!

Tiba-tiba ada suara kaca yang pecah dan kulihat ada seorang wanita bertopeng dan memakai jaket merah menggotong Nai dan Kuroha.

"HEI!Siapa kau?!",kataku berlari kearah perempuan itu.

Tapi perempuan itu melompat dari jendela dan jatuh dari lantai 3.

"Sial,Anita ikut aku",kataku kepada Anita.
"Baik Greg",ucap Anita.

Aku dan Anita segera berlari ke lift untuk melihat keadaan lantai dasar.

"Astaga",ucapku dalam hati.

Aku melihat para investigator dan para security tergeletak tak bernyawa dan bersimbah darah.

"Ada apa ini?!",kataku.
"Tenang Greg,kita harus cari yang masih hidup",ucap Anita.
"Baik sayang",kataku kepada Anita.

Aku dan Anita mengecek satu persatu tubuh yang tergeletak tapi nihil,tidak ada yang hidup.

"Sial",aku pun semakin jengkel. "Anita laporkan pada pusat,kita harus menggalakkan untuk memburu para psycho",ucapku.
"Baik sayang",Anitapun bergegas ke ruang resepsionis.
"Lihat saja para psycho,kalian semua akan tau siapa RazorBlaze itu",ucapku dalam hati.

[Razor POV]

"Menyusahkan saja para psycho itu",kataku yang sedang duduk atas puncak gedung.
"...Mr. Smile kepada ketua,masuk ketua",tiba-tiba terdengar suara dari radioku.
"Ya Mr. Smile,aku mendengarmu,ganti...",jawabku.
"Kantor cabang di Washington telah diserang ketua...semua tahanan...semua tahanan kabur",ucap Mr. Smile yang mengagetkanku.
"Apa?!!Apa ada yang selamat?",aku pun kesal.
"Tak ada yang selamat ketua",kata Mr. Smile.
"Sial,baik kita adakan rapat di kantor pusat",tanggapku yang langsung mematikan radio.

Aku terjun dari ketinggian 20 lantai lalu sampai dibawah dengan selamat tanpa menggunakan apa-apa kecuali kekuatan iblis Azura. Akupun langsung berjalan menuju St. Petersburg.

[Normal POV]

Sementara itu di sebuah jalanan di Moskow terjadi peperangan antara CORP dan Psycho. Ryuu,Ega dan T.Will melawan Crying Madness,PlainFace,dan Kuroha.

"Cih Ryuu kau serang yang memakai baju kotak-kotak biru itu,aku akan menyerang yang memegang belati",kata Mr. Smile kepada Ryuu.

Sementara T.Will telah bertarung dengan Crying Madness. Mr. Smile maju dengan Two Axenya.

TRING!!!TRANG!!!SRANG!!!

Two Axe Mr. Smile dan dua belati milik Kuroha saling menyerang dan menahan. Kuroha menyerang Mr. Smile dengan liar. Sementara Mr. Smile hanya bertahan dari serang liar Kuroha.

Sementara itu Ryuu maju menyerang PlainFace dengan katana pemberian kakak angkatnya,RazorBlaze yang terdapat juga mantan iblis Razor yaitu Adara. PlainFace kewalahan karena kekuatan Ryuu yang tiba-tiba meningkat.

"Cihh aku tidak akan kalah darimu anak ingusan",kata PlainFace dalam hati.
PlainFace langsung mengibaskan combat knifenya ke arah Ryuu tapi seakan dapat membaca pikiran PlainFace,Ryuu menahan serangan PlainFace lalu menendangnya hingga terpental.

"Ugh!!!Sial sebenarnya dia itu apa?!Hueekkk",pikir PlainFace sambil memuntahkan darah.

Tak terasa T.Will telah dikalahkan oleh Crying Madness.

"Hahaha ada perkataan terakhir wakil ketua CORP yang bodoh?",tanya C.M dari balik topengnya sambil berjalan memegang pisaunya ke arah T.Will.
"....",T.Will hanya terdiam.
"Ada apa?Apa kau tau ini adalah hari terakhirmu di dunia?",tanya C.M sambil tersenyum iblis dari balik topengnya.
"10...9...8...7...6...",tiba-tiba T.Will menghitung. "...5...4...3"
"Hmmm kenapa kau menghitung?",tanya C.M bingung dan kehilangan senyumannya.
"...2...1...BAM!",tiba-tiba ada seseorang misterius yang melumpuhkan C.M.
"Maaf terlambat wakil ketua Terry",kata pria misterius itu.
"Kau selalu begitu Abe",ucap T.Will sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.

Ya benar itu adalah Abe Adley si iblis CORP selain Razor dan Azura. PlainFace dan Kuroha mundur sedikit dan tercengang dengan sekejab lumpuhnya C.M,padahal dia fisiknya sangat kuat.

"Jadi siapa selanjutnya?",tanya Abe dengan senyuman iblisnya.
"Sebaiknya kita mundur,kudengar dia adalah iblis",PlainFace memberi perintah.
"Baik",ucap Kiroha singkat dan langsung melempar bom asap ke arah Abe lalu membawa C.M a.k.a Crying Madness lari dari situ bersama PlainFace.

"Uhuk...uhuk...apa harus kita kejar dia wakil ketua Terry?",tanya Abe.
"Tidak perlu,sekarang kita harus segera pergi ke markas pusat,ketua Razor sudah ada disana",jelas T.Will.
"Baik",jawab Abe,Ryuu dan Mr. Smile serempak.

Merekapun langsung bergegas menuju markas.

Di sebuah pekuburan tempat para GSFR bersembunyi dari masyarakat terdapat seorang pria berambut hitam dan memakai masker gas.

"Hei Vladimir,tunggu!",tiba-tiba ada seseorang berteriak.
"Ada apa Borchev?",kata Vladimir.
"Ada panggilan tugas dari ketua,kita harus membantu CORP untuk menangkap para psycho",kata Borchev yang langsung menggetarkan hati Vladimir Blaze a.k.a SaxonBlaze bukan karena psycho tapi karena dia takut bertemu kakaknya RazorBlaze yang adalah ketua CORP.
"Maaf aku tidak bisa",tolak Vladimir.
"Kenapa?",tanya Borchev bingung.
"Kau tau kan kalau kakakku RazorBlaze adalah ketua CORP?",tanya Vladimir sambil melepas masker gasnya dan meminum vodka.
"Ya aku tau,apa kau takut pada kakakmu yang akan mengetahui bahwa kau bergabung dengan GSFR?",tanya Borchev dengan nada mengejek.
"Ya,alasannya karena kakakku sangat membenci GSFR",jelas Vladimir.
"Tenang kita akan diam-diam untuk membantu mereka",kata Borchev meyakinkanku.
"Baiklah tapi jangan terlalu melibatkanku ya",ucap Vladimir.
"Tenang",kata Borchev singkat.

~THE END~

RazorBlaze (Part 7)

Part 7

[Razor POV]
-02.33-

Tim penyelidik pun datang,dan menyelidiki pembunuhan ini. Aku sangat mengantuk dan meminta izin kepada kepala tim penyelidik untuk pulang. Setelah diperbolehkan,aku berjalan pulang ke rumah.

-5 hari kemudian-
(Markas Besar CORP,Tokyo)

Sudah 4 hari organisasiku ini diresmikan dan sudah ada lebih dari 100 orang anggota investigator biasa dan beberapa tang memiliki keahlian khusus,sejak 4 haru yang lalu juga aku langsung berangkat ke Tokyo karena PBB membolehkan untuk membuat kantor pusat di sana. Tiba-tiba pintu kantorku diketuk.

"Tuan Razor,bolehkah saya masuk",terdengar suara dari luar.
"Silahkan",kataku membolehkan.

Pintupun terbuka dan ternyata adalah T.Will.

"Hei Will,ada apa?",tanyaku.
"Ya seperti biasa kasus meningkat",kata T.Will.
"Meningkat lagi?",tanyaku lagi.
"Iya benar tapi...maaf tuan gas maskmu menggangguku",kata T.Will dengan ekspresi sedikit terganggu.
"Ohhh maaf",aku membuka masker gasku. "Lanjutkan...",lanjutku.
"Tentang aktifitas psikopat di Tokyo meningkat,sudah lebih dari 7 kasus pembunuhan setiap malam,dan diduga pelakunya adalah pelaku yang sama,The Blood Rabbit",kata T.Will.
"Minori...",kataku dalam hati. "Baiklah sebaiknya kita menurunkan personil kita,tolong panggilkan Tado,Ryuu,dan Mr. Smile",kataku kepada T.Will,wakilku.
"Baik tuan",T.Will keluar ruanganku.
"Sial,Minori kenapa jadi seperti ini?",kataku bicara sendiri.

Pintuku diketuk.

"Masuk",kataku.
"Apa anda memanggil kami?",tanya Tado.
"Iya benar",kataku. "Aku ingin membahas ini bersama kalian,silahkan duduk",lanjut ku.

Mereka bertiga pun duduk.

"Aku akan membuat 3 kelompok Assassin Squad,yang bertugas untuk melacak keberadaan The Blood Rabbit",jelasku.
"The...The Blood Rabbit?",tanya Ryuu seperti ketakutan.
"Iya benar dan aku ingin kalian yang memimpin masing-masing dari 3 kalompok itu",jelasku lagi.
"Ka...kami? Tapi kenapa kau memilih kami?",tanya Mr. Smile.
"Ya benar,kalian akan ditugaskan memimpin satu kelompok beranggotakan 5 orang",jelasku lagi.
"Hmmm kalau itu maumu kami terima",kata Tado tegas.
"A...apa?Ta...tapi...",Ryuu sepertinya tidak siap.
"Kau jangan takut Ryuu saudara (angkat)ku,ada 2 orang hebat bersamamu",kataku.
"Ba...baiklah",Ryuu pun mengikuti perintahku.
"Lalu kau Mr. Smile?",tanyaku kepada Mr. Smile.
"Aku sih ikuti perintahmu saja ketua Razor",katanya.
"Baik kalau begitu ini akan menjadi tugas yang tak mudah,jadi persiapkan diri kalian,besok siang datang ke ruanganku,bubar",kataku.

[Normal POV]

SaxonBlaze,itulah nama julukan adik kandung Razor,yang menjadi anggota GSFR yang tidam diketahui Razor.

-13.57-
"Hey Borchev,kau mau vodka?",tanya Saxon kepada Borchev teman satu organisasinya.
"Tentu",kata Borchev mengambil sebotol vodka.
"Aku tidak tau apakah yang dilakukan kakakku mengenai aku yang masuk GSFR dan adik perempuanku juga mengikuti jalanku menjadi anggota GSFR,aku harap dia tidak membenciku",kata Saxon sambil menenggak vodkanya.
"Jangan sedih partnerku,kau pasti dimaafkan,ngomong-ngomong siapa nama kakakmu?",tanya Borchev.
"Gregorius Blaze,dia juga mantan anggota GSFR berjulukan RazorBlaze",kataku.

Tiba-tiba dia memuncratkan vodka dimulutnya.

"Ra...RazorBlaze?",Borchev terlihat kaget.
"Iya memang kenapa?",tanya Saxon heran.
"Dia...dia itu legenda di organisasi ini,tapi dia keluar saat organisasi ini membutuhkannya,bagaimana kabarnya?",tanya Borchev.
"Aku tidak tau,sudah lama aku tidak berhubungan dengannya",kataku menatap langit yang penuh awan.
"Aku prihatin",kata Borchev

----------------------

Anita sedang mengikuti orang yang berpenampilan aneh yang dia temui 5 hari yang lalu.

"Ugh aku tidak menemukan tanda-tanda kalau dia seorang psikopat,tapi aku akan terus mencoba",kata Anita dalam hati.

-22.43-
Malam pun tiba,Anita masih saja mengikuti orang bertopeng itu,sampaj suatu saat orang bertopeng itu masuk ke sebuah rumah yang sepertinya sudah tidak di tempati lagi.

"Hmm mencurigakan sekali",kata Anita dalam hati.

Anita pun mengendap-endap mendekati rumah itu. Tapi tiba-tiba sebuah pukulan dari benda tumpul memdarat di kepala Anita dan Anitapun pingsan.

[Razor POV]
-20.32-

Aku ingin mengunjungi Nikita ke Rusia. Aku sangat merindukannya,dan juga Vladimir,entah kenapa aku jadi teringat padanya.

"Helikopter anda sudah siap tuan",kata ajudanku bernama Kamiro.
"Iya baiklah Kamiro",kataku.

Aku pun berjalan menuju landasan helikopter di puncak gedung CORP ini dan menaiki helikopter.

"401 CORP siap lepas landas",kata Hiromi pilotku.
"Baik Hiro",kataku kepada Hiromi.

Helikopterpun lepas landas. Diperjalanan aku melihat kota Tokyo pada malam hari,imdah sekali dengan gemerlap lampu dimana-mana. Aku pun tertidur karena kelelahan.

[Razor POV]

Aku terbangun dan melihat kota Moskow. Bukan keindahan yang aku lihat tetapi kehancuran,ya aku mendengar Moskow sedang dalam revolusi ke-3 besar-besaran.

"Pak sepertinya kita tidak mungkin sampai ke St. Petersburg dengan santai",jelas Hiromi.
"Baik tetapi usahakan tidak terjadi apa-apa dengan helikopter ini",kataku.
"Baik pak...",kata Hirumi lalu menyalakan radio,"...disini CORP-1 kepada pangkalan Belarusia,masuk Belarusia"
"CORP-1 kami mendengarmu,ganti",terdengar suara dari radio.
"Kami meminta pengawalan 2 pesawat Sukhoi T-50 segera,ganti",Hiromi membalas radio.
"Baik waktu kedatangan 5 menit,ganti",terdengar lagi suara dari radio.
"Baik",Hiromi pun mematikan sinyal radio.

Tiba-tiba ada 2 pesawat F-22 Raptor milik Amerika melesat ke arah kami dan menembakkan rudal.

"Sial,kita diserang pak",teriak Hiromi.
"Lakukan manuver penghindar",perintahku.

Helikopterku melepaskan flares penghindar dan mencoba kabur dari pantauan kedua F-22 itu. 4 menit kemudian,2 pesawat Sukhoi T-50 menembak kedua pesawat F-22 Raptor itu.

"CORP-1 disini pilot Sukhoi T-50 15,sekarang kalian aman",tiba-tiba terdengar suara dari radio.
"Disini CORP-1,terima kasih,selesai",Hiromi menanggapi pesan radio itu.

Tak terasa pertempuran singkat tadi sudah sampai di Kremlin. Tidak terjadi apa-apa dengan helikopterku ini setelah Hiromi cek.

"Baik Hiromi,cepat arahkan ke St. Petersburg dan mendarat di Markas CORP yang baru 1 bulan disana",perintahku.
"Baik pak",tanggap Hiromi.

Aku menyalakan televisi portableku untuk melihat perkembangan berita di dunia. Ternyata bukan Moskow saja yang mengalami kerusuhan,New York,London,Paris,hampir semua kota besar mengalami kerusuhan.

"Memang ini hari revolusi internasional apa? Pfft",pikirku setengah tertawa.

Tapi kulihat keanehan,kenapa hanya F-22 Raptor saja yang terlihat menyerang,apa ini salah satu konspirasi CIA dan para elit untuk menciptakan dunia baru?

"Pak,kita siap mendarat pak",ucap Hiromi yang membuatku terkaget.
"Ohh...iya iya",tanggapku.

Setelah mendarat,akupun turun lalu disambut oleh wakilku untuk St. Petersburg dan sekaligus sahabat lamaku,Anita Sichruchev.

"Bagaimana perjalanan anda Pak Razor?",tanya Anita ke Razor.
"Jangan panggil pak,Anita,panggil saja Greg,kita kan sudah lama kenal,sahabatan lagi",kataku sambil berjalan bersama Anita menuju ruang rapat.
"Ba...baik pak...eh maksud saya...Greg",tiba-tiba muka Anita memerah.
"Hey kenapa mukamu merah begitu?",tanyaku mendekatkan mukaku ke mukanya yang tertunduk.
"Uhh ti...hyaaa~",Anita kaget dan langsung menutup mukanya dengan beberapa dokumen.
"Kau masih sama dengan dulu ya,pemalu haha",ucapku sambil tertawa.
"Ah kamu itu Greg masih sama juga seperti dulu,iseng haha",ucap Anita juga sambil tertawa.
"Haha,ya sudah,ayo saudara-saudara kita masuk",kataku kepada para investigator tingkat tinggi dari CORP Russia.

Kami semuapun memasuki ruang rapat.

"Jadi apa yang terjadi dengan Moskow,motif apa yang melandasi revolusi itu?",tanyaku.
"Menurut keterangan para informan kami para psycholah yang melandasinya,Amerika juga membiayai pemberontakan itu",kata salah satu investigatorku.
"Hmmm,baiklah,kalian aku beri tugas bunuhlah para target psycho termasuk yang bernama PlainFace dan PsychoPen kudengar mereka sedang di Moskow,dan hati-hati dengan mereka",kataku memberi tugas.
"Baik pak",jawab mereka serentak.
"Bubar",kataku.

Lalu merekapun berjalan keluar ruangan. Hanya aku yang masih membereskan berkasku dan Anita yang sedang berjalan mendekatiku di ruang rapat.

"Anita kau tidak keluar?",tanyaku.
"Ti...tidak Greg,aku hanya ingin menemanimu disini",kata Anita yang sedang duduk disebelahku dengan muka tertunduk.

Aku pun melepas masker gasku dan tersenyum kearah Anita. Anita melihatku sebentar lalu membalas senyumanku dengan senyuman juga lalu menunduk lagi.

"Baik aku sudah selesai membereskannya ayo kita keluar dari ruangan ini",kataku kepada Anita.
"Ayo",kata Anita singkat.

Aku dan Anitapun berjalan keluar ruangan.

Bersambung...

Saturday, 11 April 2015

5 Masjid Indah di Dunia

Oke guys kali ini mimin LuckyFast mau membahas 5 masjid indah di dunia versi mimin.
Toleransi diutamakan :)

1. Masjid Baiturrahman di Aceh, Indonesia

Masjid pertama yaitu Masjid Baiturrahman yang terletak di Aceh,Indonesia. Masjid ini dibangun oleh Sultan Iskandar Muda pada tahun 1612 Masehi. Masjid ini memiliki nilai yang tinggi bagi Rakyat Aceh. Karena dari zaman Sultan Iskandar Muda sampai sekarang masjid ini masih berdiri megah di tengah jantung kota Banda Aceh.

2. Masjid Hagia Sophia di Istanbul, Turki
Masjid ini dulunya adalah sebuah gereja yang diubah fungsinya menjadi masjid oleh Mehmed II. Pada tahun 1937,Mustafa Kemal Atatürk mengubahnya menjadi museum. Mulailah proyek "Pembongkaran Hagia Sophia". Beberapa bagian dinding dan langit-langit dikerok dari cat-cat kaligrafi hingga ditemukan kembali lukisan-lukisan sakral Kristen.

3. Masjidil Haram di Mekah, Arab Saudi
Merupakan masjid terbesar di dunia mencakup area seluas 400.800 meter persegi serta dapat menampung hingga 4 juta jamaah. Terletak di kota Mekah, masjid tersebut mengelilingi Ka’bah, tempat orang Muslim menghadap di waktu shalat sehari-hari dan dianggap sebagai tempat tersuci di bumi oleh umat Islam.

4. Masjid An-Nabawi di Madinah, Arab Saudi
Masjid An-Nabawi sering disebut juga sebagai Masjid Nabi, salah satu alasannya adalah masjid ini merupakan temapat peristirahatan terakhir dari Nabi umat Islam Muhammad. Selain disebut sebagai Masjid Nabi, Masjid ini juga  dianggap masjid paling suci kedua  bagi umat Islam.

5. Masjid Faisal di Islamabad, Pakistan
Masjid Faisal terletak di bagian Utara kota Islamabad serta merupakan masjid yang paling besar di Pakistan bahkan se-Asia Selatan. Dengan bentuk yang unik, membuat masjid ini masuk ke dalam masjid terindah di Dunia. Masjid ini berbentuk layaknya sebuah tenda dengan bentuk kubah yang tak sama dibandingkan masjid lain pada umumnya.

Oke guys itu tadi adalah 5 Masjid Indah di Dunia,see you guys in the next post :)

RazorBlaze (Part 6)

Part 6

[Razor POV]
Aku masuk ke dalam markas PBB.

"Hai tuan James",sapa T.Will sambil menghampiri seseorang.
"Ohh tuan William",orang itu menyapa balik.
"Aku ingin memperkenalkan seseorang kepadamu,perkenalkan,James ini Gregorius,Greg ini James",kata T.Will memperkenalkanki kepada James.
"Salam kenal",kataku menjabat tangannya.
"Salam kenal juga",kata James. "Ada perlu apa kau datang kemari Will?",tanya James kepada T.Will.
"Aku dan temanku ini ingin membuat sebuah organisasi pemberantas psikopat karena di negara kita tingkat kejahatan psikopat meningkat drastis,dan ini dia data-datanya",kata T.Will sambil menyerahkan sebuah map.
"Hmm ikuti aku",kata James.

Kami berduapun mengikuti James menuju sebuah ruangan yang sepertinya ruangan kepala disini.

"Permisi tuan Tommy,boleh aku masuk",kata James sambil mengetuk pintu.
"Silahkan James",seseorang berkata di dalam ruangan itu.
"Pak,saya membawa dua orang yang memiliki urusan penting pak,perkenalkan ini William dan ini Gregorius pak",katanya memperkenalkan kami.
"Hmm silahkan duduk",jata Tommy.

Aku menjelaskan kedatangan kami kesini.

"Hmm begitu ya,coba saya lihat datanya",kata Tommy.

Jamespun memberikan datanya kepada Tommy.

"CORP ya?Menarik tapi akan aku pertimbangkan...",kata Tommy,"...besok pagi kalian berdua datang lagi kemari dan saya akan mengumumkan organisasi ini diresmikan atau tidak",lanjut Tommy.
"Baik pak",jawab kami serentak.

James mengantar kami berdua keluar. Kamipun berterima kasih kepadanya. Aku kembali ke rumahku dan T.Will pergi ke kantornya. Aku melihat rumahku sepi sekali seperti tidak ada orang,aku pun membuka pintu ternyata tidak dikunci. Aku masuk dan menyalakan semua lampu tapi tidak ada siapa-siapa. "Mungkin Nikita sedang keluar",pikirku. Aku tidak tau keadaan Vladimir sekarang sejak beberapa hari yang lalu. Aku pun merebahkan diri di kasurku dan beristirahat sampai pagi.

[Normal POV]
"Hmmm St. Petersburg,aku kembali ke rumah",kata seorang perempuan berambut biru dan bermasker gas di pinggir gedung menyeringai dengan katananya. "Ini akan menjadi kenangan yang tidak akan mudah di lupakan",lanjut perempuan itu.

Perempuan itupun turun dari 7 lantai dan mendarat dengan mulusnya.

"Let's kill some psycho",kata perempuan itu dan kembali menyeringai.

Perempuan itu berjalan dengan santai nya di jalanan sepi St. Petersburg,berharap mendapatkan psycho yang bisa dibunuh.

"Hmm memang kampung halamanku ini jarang ada psycho...",tapi dia menyeringai kembali saat melihat seorang memakai topeng seperti Jason Voorhees yang sedang membawa sebuah jasad pria. "...akhirnya ketemu juga dengan buruanku",perempuan itu kembali menyeringai.

Perempuan itu mengendap-endap untuk mencari cara untuk membunuhnya. Pria bertopeng itu membuang jasadnya ke pinggir danau. Dan melepas topengnya.

"Hufft hari yang menyedihkan",kata pria bertopeng itu.

Tiba-tiba perempuan itu menyerang pria bertopeng itu tetapi berhasil ditangkis dengan mudahnya.

"Ternyata benar dugaanku",kata pria itu sambil menyeringai lebar.
"Cuih,kau itu banyak bicara Jason",kata perempuan itu.
"Ternyata kau mengetahui ku tapi aku tidak mengetahuimu apakah kau orang baru disini ha...ha...ha",kata Jason tertawa sambil memakai topengnya.
"Dasar psycho bodoh",kata perempuan itu dan tiba-tiba berada di belakang Jason dan menyarungkan katananya.

Tiba-tiba muncul luka tebasan di sekujur tubuh Jason.

"AHHHH...apa yang kau lakukan padaku?",tanya Jason kesakitan.
"Lain kali bolehkah aku lebih keras?",tanya perempuan itu.
"HHH,mati kau!!!",kata Jason maju dan mengibaskan machetenya.

Tapi kibasan itu tidak menghasilkan apapun karena perempuan itu menghindar dengan cepat.

"Bodoh",perempuan itu tersenyum kecil dan menusuk perut Jason hingga tembus.
"ARGH!!!Se...se...sebenarnya...si..siapa kau?",kata Jason terbata-bata karena kesakitan.
"Aku adalah Anita Sichruchev,seorang pemburu psycho,pergilah ke neraka Ja-son",kata perempuan itu dan langsung menebas kepala Jason.

Darah mengucur deras dari tebasan Anita dan membasahi hoody biru mudanya dan baju putihnya menjadi merah.

"Ternyata mudah",kata Anita. "...tapi aku harus mengganti bajuku",lanjut Anita tersenyum kecil sambil meninggalkan tempat itu.

[Razor POV]

-23.49-

Aku terbangun mendengar derit pintu. Aku berdiri dan mencuci mukaku lalu berjalan menuju suara tadi. Kilihat samar-samar seperti seorang perempuan yang seperti Nikita. Aku pun menyalakan lampu. Dan melihat Nikita memakai jaket biru muda dan celana panjang jeans serta tas punggung.

"Nikita?!",kataku.
"Eh..eh...kakak belum tidur?",tanya Nikita kaget.
"Belum,kamu dari mana?",tanyaku.
"Itu...anu...anu dari...rumah temen",kulihat ekspresinya seperti menyembunyikan sesuatu.
"Apa kau menyembunyikan sesuatu dariku?",tanyaku.
"Ti...tidak",katanya.
"Kakak tidak yakin,apa isi tas itu?",tanyaku.
"Hanya makanan",jawabnya.
"Coba kakak lihat",kataku mendekatinya ingin mengambil tasnya.

Dia menghindar dariku dengan berjalan menuju kamarnya.

"Maaf kak,aku sangat lelah,kita bahas besok saja",kata Nikita lalu menutup pintu kamarnya.

Aku pun bingung melihat kelakuan adikku ini. Karena tadi terbangun aku jadi tidak bisa tidur,akhirnya aku memutuskan untuk berjalan-jalan malam memakai masker gas,jaket berhoodie,celana panjang,dan sarung tangan. Aku mengunci pintu depan dan berjalan santai mengikuti jalan raya yang cukup lebar. Jalanan terasa sepi,hanya beberapa kendaraan yang berlalu-lalang. Akupun sampai di taman kota St. Petersburg. Aku duduk di dekat danau. Kulihat kiri-kanan sepi tidak ada siapapun,tapi itu tidak membuat hatiku takut. Aku melihat ke arah tempat sampah dekat lampu di pinggir danau,ada semacam cairan berwarna merah kehitam-hitaman. Aku mulai curiga dan berjalan mendekati cairan itu. Saat cukup dekat aku tau bahwa itu adalah darah. Aku membungkuk untuk melihat lebih dekat.

"Hmm masih segar,apakah baru terjadi pembunuhan disini?",tanyaku dalam hati.

Aku pun membuka tempat sampah.Astaga...ternyata ada seorang pria yang sudah termutilasi yang ternyata kulihat dari wajahnya yang mengenakan topeng adalah Jason si pembunuh yang selama ini sering berkeliaran mencari korban. Aku tidak menyangka Jason dapat dibunuh secara mengenaskan disini. Dari lukanya aku berspekulasi bahwa dia habis bertarung dan kalah,tapi siapa yang bertarung dengannya? Apakah organisasi itu beroperasi lagi? Tidak mungkin itu,sebelum aku meninggalkan organisasi itu,aku yakin organisasi itu sedang krisis ekonomi,tapi...hmmm. Tiba-tiba aku mendengar ada suara langkah kaki di belakangku. Aku langsung berbalik badan dan melihat seorang laki-laki berhoodie putih dan memiliki senyum khas.

"Jeff? Apa yang kau lakukan di St. Petersburg?",tanyaku kepada Jeff the Killer.
"Aku hanya bersenang-senang disini,ha...ha...ha...",kata Jeff.
"Hmm apa kau membunuh pria ini?",tanyaku kepada Jeff.
"Hmm tidak,aku baru saja keluar",kata Jeff.
"Hmm,kau ingin membunuh lagi ya?",tanyaku.
"Dasar kita sudah lama mengenal tapi kau masih saja melontarkan pertanyaan yang sama berulang-ulang,iyalah aku mau membunuh,kau jangan coba untuk menghalangiku ya",kata Jeff menatap tajam ke arahku.
"Ya kau beruntung sekali,saat ini aku tak membawa pedangku jadi kita tunda pertarungan kita",kataku.
"Halah,alasan kau,ya sudah",kata Jeff meninggalkanku pergi.

Kalau bukan Jeff,lalu siapa? Hmm,lebih baik aku menelpon tim penyelidik.

[Normal POV]
-01.33-

Perempuan berambut biru itu masuk ke dalam sebuah bar.

"Selamat datang,kau ingin pesan apa?",kata seorang pelayan dengan ramah.

Perempuan itu tersenyum.

"Berikan aku segelas Vodka",kata perempuan berambut biru itu.
"Baiklah",kata pelayan itu.

Perempuan itu duduk di kursi. Di dalam kedai hanya 2-3 orang saja yang minum. Perempuan itu mengambil sebuah buku dan membacanya. Ada satu orang yang menarik perhatian perempuan itu. Bukan karena tampan tetapi karena aneh,orang itu memakai hoodie coklat tua dan ada sebuah topeng yang menutup wajahnya. Minumanku pun datang. Perempuan itu langsung menenggak habis Vodka yang perempuan itu pesan.

"Hey pelayan ambilkan aku 5 gelas lagi",kata perempuan itu sedikit mabuk.

-01.58-

Seorang pria yang memakai masker gas keluar dari sebuah gedung yang sudah ditinggalkan. Di bajunya terdapat lambang GSFR. Pria itu berjalan menuju sebuah pemakaman. Di dalam pemakaman juga terdapat 2 orang yang memakai masker yang sama seperti pria itu.

"Kau lama sekali Saxon",kata seorang pria.
"Maaf aku terlalu sibuk hehehe",kata pria itu.
"Baik ayo kita mulai",kata seorang wanita.

Mereka bertigapun masuk kedalam lubang di dalam salah satu kuburan yang ternyata adalah pintu rahasia.

Bersambung...

Monday, 6 April 2015

Download Lagu Rohani Kristen Terpercaya

Oke guys kali ini saya akan mengepos download lagu rohani dari tempat terpercaya dan dijamin mampu membuat kalian merasakan hadirat Tuhan,oke langsung saja :)

1. BagiMu Pujian
    Download disini

2. Pribadi Yang Mengenal Hatiku
    Download disini

3. Tiada Seperti Kau
    Download disini

4. Disciples - Di Muka Tuhan Yesus
    Download disini

5. Disciples - Ku Berbahagia
    Download disini

6. Disciples - Laskar Kristus
    Download disini

7. Disciples - Lingkupiku
    Download disini

8. Symphony Music - Lebih Dari Pemenang
    Download disini

Oke guys itu saja,sampai jumpa lagi :D

Saturday, 4 April 2015

Cara Menambahkan Widget Cursor Pada Blog

Hello guys :) ketemu lagi sama admin terganteng sepanjang masa XD akan membahas tentang,bagaimana cara menambah / meng-add cursor pada blog temen-temen nih,oke daripada lama mending langsung saja,cekidot...



1. Kunjungi link ini http://www.cursors-4u.com/

2. Akan muncul website seperti ini :

3. Pilih kategori (Yang dilingkari) yang temen-temen inginkan :

4. Pilih kursor yang temen-temen inginkan :

5. Copy kode HTMLnya :

6. Masuklah ke Blogger,pilih blog teman-teman yang ingin teman-teman beri widget

7. Klik "Tata Letak"

8. Klik "Tambahkan Gadget"

9. Cari dan pilih "HTML/JavaScript"

10. Masukan kodenya :


11. Klik "Simpan"

12. Taraa~ kursor blog teman-teman sudah menjadi bagus XD

Oke segitu dulu ya tutorialnya :) jika ada yang ingin ditanyakan,tanyakan saja ;)

RazorBlaze (Part 5)

Part 5

-Razor POV-
Aku memutuskan mencari The Caller di hutan Slendy.Karena sudah tidak bisa membendung lagi amarah ini.

2 jam kemudian

Akhirnya aku sampai di hutan Slendy.Aku terus mencari dan mencari si The Caller itu,tapi itu adalah sebuah awal dari permainan gilanya (The Caller) bersama si 'Muka Rata'.

"THE CALLER!!!DIMANA KAU?!",teriakku.
"Kau milikku",tiba-tiba terdengar suara.
"Siapa kau??The Caller?Atau Slenderman?Ingat Slender kita sudah pernah terlibat pertempuran dan aku selalu dapat melepaskan diri darimu jadi...",kata-kataku berhenti karena ada sulur yang membekap mulutku.
"Kau milikku",kata suara itu yang ternyata Slendy.

Aku mengambil katanaku dan langsung menebas sulur Slendy.

"Tidak akan tuan 'Muka Rata' aku tidak akan menjadi milikmu",kataku tapi tiba-tiba pandanganku menjadi statis.
"Argh..."
"Kau milikku RazorBlaze",kata Slendy.
"Tidak!!!Tidak aku bukan milikmu",kataku yang masih kesakitan.

Aku pun berlari menjauh dari Slendy.

"Tidak ini tidak mungkin",kataku dalam hati.

Aku pun berhenti melihat ada seseorang di depanku.

"Siapa kau?",tanyaku.
"Hihihi kita bertemu lagi RazorBlaze",kata orang itu yang ternyata adalah The Caller yang memperlihatkan senyuman gilanya dari balik hoodienya.
"Kau!!!AKAN KUBUNUH KAU!!!",teriakku dan langsung menyerang The Caller.

Tapi dia menghindar dengan mudah.4 kali aku menebaskan katanaku tapi tidak ada yang mengenainya.Tapi saat aku menyerangnya ke-5 kali ,akhirnya aku mengenainya di perutnya,tapi tiba-tiba perutku merasa sakit yang luar biasa.

"Hahaha ada apa hah?Kau sudah merasakan kekuatan baruku?",kata The Caller dengan senyum gilanya.

Aku menebas tangannya lalu tangannya itu langsung lepas.Tapi saat itu juga tanganku merasa sakit yang luar biasa,seperti lepas.Sekarang aku tau kalau aku menyerangnya,akulah yang akan mendapat dampak dari serangan yang ku buat padanya.Aku pun mundur 5 langkah dari posisi awalku.

"Kenapa hah?Apa kau takut?",kata The Caller.
"AKU TIDAK AKAN PERNAH TAKUT PADAMU!!!",teriakku dan langsung memasuki Mode Azura.

Aku mengeluarkan cahaya dari jariku dan langsung menembak The Caller dengan laser cahayaku.Sama seperti sebelumnya,perut The Callerpun berlubang akibat serangan dahsyatku.Aku sangat kelelahan karena mengeluarkan serangan itu.

"Hahahaha kau tidak pernah belajar ya hahaha",The Caller tertawa.

Tiba-tiba perutku terasa sakit dan mulutku mengeluarkan darah.

"A...apa ya...yang kau la...kukan pa...padaku?",tanyaku.
"Ini adalah kekuatan baruku,kau menyerangku berarti sama dengan kau menyerang dirimu sendiri",jelas The Caller.
"Uhueekk",aku memuntahkan darah.

Kulihat The Caller tersenyum lebih tepatnya menyeringai.

"Waktunya sudah dekat RazorBlaze,kau akan mati disini",kata The Caller.

-Normal POV-

The Caller pun mendekati Razor yang sedang sekarat.Tiba-tiba dari belakang The Caller muncul seorang berjubah coklat tua dan langsung menyerang The Caller dengan goloknya.

"Siapa kau?Jangan menggangguku",kata The Caller.

Pria itu hanya menyeringai dan langsung menebas tangan kiri The Caller yang merupakan kunci dari kekuatannya itu.

"Sekarang kunci dari kekuatanmu lenyap",kata pria misterius itu.
"Bagaimana...bagaimana kau tau?",The Caller terkejut.
"Sebut saja aku seorang penganalisis",kata pria itu.
"Sial,kalau seperti ini aku harus lari",batin The Caller.

The Callerpun menjauh dari Razor dan pria misterius itu.Pria itu mendekati Razor.

"Hai tuan Razor,perkenalkan namaku Terry William panggil saja T.Will",kata pria itu sambil tersenyum.

-Razor POV-

Aku melihat pria misterius itu mendekatiku setelah membuat lengan The Caller lepas.

"Hai tuan Blaze,perkenalkan namaku Terry William,panggil saja aku T.Will",aku mendengar suaranya samar-samar dan semua menjadi gelap.


-Razor POV-

Aku pun siuman.

"Akhirnya kau bangun juga Tuan Razor",kata pria misterius yang kulihat sebelum aku pingsan.
"Siapa kau?",tanyaku.
"Perkenalkan aku Terry William,panggil saja T.Will",kata orang itulalu menjabat tanganku.

Aku pun juga menjabat tangannya.Aku lalu bangun dari tempat tidur dan memakai kembali pakaian investigatorku.

"Tuan Razor,anda belum sehat betul",kata T.Will.
"Aku harus pulang ke rumahku",kataku.
"Baik tapi apakah saya boleh mengikuti anda?",tanya T.Will.
"Memang apa urusanmu?",tanyaku.
"Aku adalah salah satu investigator dari Inggris,aku ingin menawarkan suatu hal padamu",kata T.Will.
"Apa yang kau tawarkan?",tanyaku.
"Sebuah organisasi",katanya.
"Organisasi?Aku sudah tidak berurusan dengan organisasi sejak 4 tahun yang lalu",kataku.
"Tapi kau lah yang akan memimpin organisasi itu",katanya.

Aku pun tertegun sebentar lalu melanjutkan perkataan,"Baik,tapi aku yang menentukan namanya,bagaimana?Setuju?",kataku.
"Baiklah setuju",kata orang itu.

Aku pun berjalan ke rumahku bersama Terry.

"Sebelum kau menjadi seorang investigator,kau bekerja sebagai apa?",tanya Terry.
"CCC,tapi itu sudah lama sekali",kataku.
"Hmmm mantan CCC ya",katanya.
"Kalau kau,kau ini bekerja sebagai apa?",tanyaku.
"Aku adalah seorang agen dari Inggris yang ditugaskan untuk mencari seorang investigator bernama RazorBlaze dan beginilah selanjutnya",katanya.
"Baiklah",kataku.

Akhirnya kami sampai di rumahku.Saat aku membuka pintu,aku sudah dipeluk oleh Nikita yang memakai tank top hitam dengan hot pants yang sewarna dengan atasnya.

"Whooaa,Nikita tenang lah sayang",kataku memeluk dan mengelus rambut adikku.
"Aku rindu kak Razor",kata Nikita.
"Aku juga merindukanmu,dimana Vladimir?",tanyaku.
"Dia sedang pergi keluar kota",kata Nikita.
"Luar kota?Untuk apa?",tanyaku.
"Aku tidak tau",kata Nikita.
"Hmmm...oh iya perkenalkan ini Terry William",kataku memperkenalkan T.Will.
"Salam kenal",kata Nikita sambil menawarkan tangan untuk menjabat dan tersenyum.
"Uhh sa-salam kenal",jawab T.Will terbata-bata sambil menjabat tangan Nikita.
"Knp kau gemetaran?",tanya Nikita kepada T.Will.
"Uhh tidak",kata T.Will.
"Baik ayo kita masuk",kataku.

Kami bertiga pun masuk kedalam rumah.

-Skip 5 hari kemudian-

Aku mempersiapkan nama untuk organisasi yang akan kubuat,T.Will sudah kembali ke Inggris dan memerintahkanku kalau sudah menemukan nama organisasinya aku harus menghubunginya.Setelah 2 jam berpikir akhirnya aku berhasil menemukan nama orgaisasinya yaitu Catcher Organization and Retaining Psychopaths (C.O.R.P).Aku pun merebahkan tubuhku yanh lelah karena terlalu banyak berpikir.Akupun tertidur.Aku pun terbangun,kulihat jam wekerku menunjukkan jam 2 siang.Aku bangin dari tempat tidur dan menuju kamar mandiku.Aku menyuci mukaku dan pergi ke kamar adikku.Kulihat adikku sedang tertidur pulas.Dia mengenakan tank top ungu dengan celana dalam hitam.Uhh cukup membuat kelaminku tegang.Aku pun berlalu untuk menghindari hal yang tidak diinginkan.Aku melihat ke dapur untuk mencari makanan tapi tidak ada makanan disana.

"Sial",eluhku.

Aku membuka kulkas dan melihat telur,sayur dan susu.

"Hanya ini?",tanyaku dalam hati.

Akupun berniat untuk memasaknya.Aku berencana untuk membuat Omelet.Aku pun mulai memasak.Setelah selesai,aku membawa makanan ke ruang makan dan memakannya.Aku ingin membangunkan Nikita tapi aku tidak tega mengganggu tidur seorang malaikat yang sangat cantik.Aku pun meninggalkan surat untuk adikku dan pergi ke bandara untuk menemui T.Will.Aku pun segera berangkat.Akhirnya aku sampai juga di bandara lalu mencari T.Will.

"Hey Gregorius",kata seorang pria yang memakai jas hitam dan celana hitam.
"Ohh hey Terry",kataku menyapa balik.
"Aku sudah mempersiapkan nama dan rancangannya kau bisa menyerahkan dokumennya pada PBB sekarang",kataku sambil memberikan dokumen-dokumen tentang organisasi CORP.
"Baiklah",kata T.Will sambil mengambil dokumen itu."Ayo kita pergi ke markas PBB di dekat sini",sambungnya.
"Ya baiklah",kataku singkat dan memanggil satu taksi.

Akhirnya kami pun berangkat menuju markas PBB yang T.Will berikan alamatnya saja,bukan nama tempatnya.1 jam perjalanan kami diberhentikan oleh 5 tentara bersenjata lengkap.Mereka menyuruh kami untuk turun dari taksi.Dan taksi itu disuruh pergi.

"Siapa kalian dan ada urusan apa kalian kemari?",tanya seorang tentara.
"Perkenalkan aku adalah Terry William,investigator dari Inggris dan dia adalah Gregorius Blaze,investigator dari Rusia",kata Terry.
"Bisa perlihatkan kartu identitas kalian?",tanya salah satu tentara itu.
"Baiklah",kata T.Will sambil memberikan kartu identitasnya,begitu pula denganku.
"Baik silahkan masuk",kata prajurit itu.


Bersambung...