Pengunjung

Sunday, 8 March 2015

RazorBlaze (Part 4)

Part 4

"...BeautyBoy!",kataku kaget.

"Apa kabar kak Razor?",kata BeautyBoy.

"Aku tidak baik untuk saat ini Beauty",kataku.

"Hmmm ya bisa kulihat,dan siapa kau orang aneh?",kata BeautyBoy sambil menatap The Caller.

"Heh anak kecil,kau jangan mencampuri urusan kami",kata The Caller.

"Dia adalah kakakku jadi aku juga terlibat diantara semua ini",kata BeautyBoy mengambil linggisnya.

"Heh kau bisa apa anak kecil?",kata The Caller.

"Aku bisa apa heh...",BeautyBoy langsung berada di belakang The Caller,"Aku bisa memotong tubuhmu kecil-kecil",kata BeautyBoy dan langsung mengayunkan linggisnya ke arah The Caller.The Caller menghindar tapi kalinya telah tertebas linggis milik BeautyBoy.The Caller pun kesakitan."Boleh juga kau anak kecil",kata The Caller."Tapi apa kau bisa menghindari ini?",kata The Caller dan tiba-tiba berada di belakang BeautyBoy dan langsung melukai tubuh BeautyBoy.

"Argh",teriak BeautyBoy.

Aku yang melihat itu tidak tinggal diam dan langsung menebas kaki The Caller hingga dia terjatuh.

"Hehehe kau tidak ada apa-apanya bodoh",katanya dan langsung menendangku dengan kakinya yang terluka.Akupun terpental.

"Sial,bagaimana dia masih bisa menggerakkan kakinya disaat kakinya sudah ku tebas?",kataku dalam hati.

"Kak Razor!!!",teriak BeautyBoy dan langsung berlari ke arah The Caller,"HYAAA!!!",tapi BeautyBoy ditendang oleh The Caller dan terpental jauh.

"Sial!!!",kataku.Tapi tiba-tiba semua menjadi gelap.

Aku pun membuka mata dan tiba-tibaaku berada entah dimana.Gelap sekali tapi tiba-tiba ada suatu cahaya.

"Azura?",tanyaku.
"Hai Razor,lama tak jumpa",kata Azura.
"Kemana saja kau?",tanyaku.
"Aku sedang mengatasi masalah tentang iblis-iblis yang lepas dari penjara neraka",kata Azura.
"Hmm sebagai iblis kau memang bijaksana",kataku.
"Sepertinya kau sedang dalam masalah,bolehkah aku membantumu?",tanyanya.
"Kau sudah banyak membantuku Azura",kataku.
"Aku bisa meminjamkan kekuatanku kepadamu",kata Azura.
"Hmmm baiklah,aku akan terima bantuanmu ini",kataku.

Setelah mengatakan itu keadaan menjadi gelap lagi.Aku pun terbangun dan melihat BeautyBoy sedang didekati oleh The Caller dengan pisau yang ada di tangannya.Aku merasa berbeda dari sebelumnya,aku melihat rambutku dan terkejut ternyata rambutku berubah menjadi putih.Aku pun melihat ke arah BeautyBoy lagi dan melihat dia sedang dicekik oleh The Caller.Aku geram dan langsung berlari ke arah The Caller.Lariku berbeda dari sebelumnya,lariku sekarang sangat cepat.

"Lepaskan adikku!!!",kataku dan langsubg menebas kedua tangannya hingga kedua tangannya terjatuh ke tanah.BeautyBoy pun ikut terjatuh.

"Segitu saja?Hahaha",kata The Caller sambil tertawa.

Tiba-tiba kedua tangan The Caller tersambung kembali.

"Slender itu telah memberikan aku kemampuan beregenerasi kau tidak akan bisa mengalahkanku",kata The Caller dengan sombongnya.

Tiba-tiba tanganku melepaskan kedua katanaku dan kedua tanganku direntangkan ke arah The Caller.

"Ugh ada apa ini?",kataku dalam hati.

"Tenang saja,itu aku yang melakukanmya",terdengar suara Azura.

Tiba-tiba tanganku mengeluarkan laser dan langsung menembus The Caller.

"ARGH!!!",The Caller berteriak kesakitan.

"Whoaa",kataku.

Tanganku akhirnya berhenti mengeluarkan laser.

"Ke-kekuatan apa itu?",tanya The Caller yang memuntahkan darah dan perutnya berlubang akibat terkena laserku.

"Aku ti-tidak akan kalah darimu detektif iblis!!!",kata The Caller dan langsung berlari ke arah hutan dengan perut yang berlubang.Tiba-tiba rambutku berubah lagi menjadi hitam.

"Argh kekuatan apa itu tadi?",kataku.

Aku melihat BeautyBoy yang tergeletak lemah.

"BeautyBoy!!!",teriakku.


Aku melihat tubuh BeautyBoy yang tergeletak lemah.

"BEAUTYBOY!",teriakku dan langsung menghampiri BeautyBoy."BeautyBoy sadarlah",kataku sambil mengguncang-guncang tubuhnya.

KRESEK KRESEK

Tiba-tiba semak-semak di dekat kami bergerak.

"Siapa disana?",kataku.
"Tenang senior ini aku,Ega",kata seseorang yang ternyata adalah Ega,juniorku.
"Oh hey Ega,bisakah kau membantuku?",kataku.
"Bisa,bantu apa senior?",tanya Ega.
"Bantu aku mengangkat dan membawa anak ini ke dalam rumah",kataku.
"Ba-baik senior",kata Ega yang langsung membantuku.

Aku dan Egapun membopong BeautyBoy ke dalam rumah.

"Siapa anak ini senior?",tanya Ega.
"Sudah jangan banyak omong junior sialan,kerjakan saja apa yang aku perintahkan!",gentakku.
"Ba-ba-baik",jawab Ega gugup."Sebenarnya aku sudah melihat pertarungan kalian tadi dengan pria aneh itu,Ian",kata Ega.

Aku kaget,kenapa dia bisa tau nama The Caller?

"Darimana kau tau namanya?",tanyaku.
"Daftar Psycho Paling Berbahaya CCC",jawab Ega.
"Sial perusahaan bodoh itu cepat sekali berkembang",kataku dalam hati."Ohh jadi begitu,baik turunkan dia pelan-pelan di kasur!",kataku kepada Ega.
"Ba-baik",kata Ega yang langsung menurunkan BeautyBoy.
"Oh iya tadi ada 2 orang yang pingsan di ruang tengah,mereka itu siapa ya?",tanya Ega.

Aku kaget,aku hampir saja lupa kedua adik kandungku.

"Oh ayo cepat bawa mereka juga ke tempat tidur!Mereka berdua adalah adikku",kataku.
"Baik senior",kata Ega.
"Ega kau bawa yang laki-laki itu,aku bawa yang perempuan",kataku.

Aku dan Egapun membawa masing-masing adikku ke dalam kamarnya masing-masing.

"Uh senior sebenarnya ada apa dengan mereka?",tanya Ega.
"Saat aku melawan Ian,tiba-tiba saja mereka pingsan",kataku.
"Boleh aku memeriksa mereka?Aku dulu adalah seorang dokter",kata Ega meminta izin.
"Baiklah silahkan saja periksa",kataku.

Ega pun memeriksa mereka,setelah selesai dia datang menghampiriku.

"Kedua adikmu tidak apa-apa senior,mereka terkena racun bius bernama C76 A,efeknya bertahan hanya 1 jam.Jadi tidak terlalu lama",kata Ega.
"Oh begitu.Oh iya knp kau bisa berada disitu?",tanyaku.
"Aku diberitau kantor pusat bahwa kau adalah salah sati dari beberapa anggota terkuat di situ",jawab Ega.
"Begitu ya,tapi sekarang aku sudah berhenti dan memulai hidup baru,sebagai detektif swasta di kantor Federal Intellegence New York",kataku.
"Apa yang membuatmu berhenti senior?",tanya Ega lagi.
"Berisik kau sudah sana pergilah aku sedang tidak ingin kedatangan tamu",kataku.
"Ya-ya sudah lah senior,sam-sampai jumpa la-lagi",kata Ega dan langsung pergi.
"Hariku sangat buruk",kataku sambil mengambil sekaleng soda.

GLEK GLEK GLEK

1 minggu kemudian

Aku kembali bekerja di kantorku,tapi pada saat aku datang,kantor dalam keadaan porak-poranda.

"Hah ada apa ini?!!",kataku terkejut.
"Tolong",kata seorang detektif tingkat rendah yang tertindih batu.

Aku pun mengangkat batu yang menindih detektif itu.

"Hey Mike ada apa sebenarnya?",kataku kepada detektif yang ternyata partnerku Mike.
"Ian,iya dia Ian,Ian Connor sudah kembali",kata Mike.
"Ian Connor?Maksudmu psikopat gila itu,The-The Caller?",tanyaku.
"Iya,aku su-sudah ti-tidak punya ba-banyak waktu la-lagi,cepat ke-kejar dia sebelum dia me-me-me...",Mike pun berhenti bicara dan meninggal.
"Mike,MIKE!!!Bangun!",teriakku.

Rasa sedih,marah bercampur jadi satu.Aku langsung pergi keluar dan mencari Ian Connor itu.Aku sampai di rumahku dan langsung bersiap-siap mencari Ian.

"Kakak ada apa?",tanya Nikita.
"Bukan urusanmu Nikita",kataku sinis.
"Ba-baiklah",kata Nikita dan langsung meninggalkanku keluar.

Aku akhirnya selesai bersiap dan langsung pergi mencari Ian.

Bersambung...

No comments:

Post a Comment